Radarnesia.com – Film horor Urang Bunian memasuki tahap baru setelah seluruh proses syuting yang berlangsung cukup panjang akhirnya rampung. Film ini kemudian diperkenalkan melalui konferensi pers dengan menghadirkan sejumlah pemain dan kru yang terlibat.

Salah satu perhatian dalam film Urang Bunian datang dari Dimas Aditya. Aktor tersebut dipercaya memerankan karakter Teddy, seorang tentara yang kembali ke kampung halaman untuk menemui sang istri.

Bagi Dimas, keterlibatannya dalam Urang Bunian bukan hanya karena mendapat tawaran dari sutradara Rendy Herpy. Ia mengaku memiliki ketertarikan tersendiri terhadap cerita yang membawa unsur budaya Minang sebagai bagian penting dalam film.

Dimas menilai budaya Minang mempunyai kekayaan cerita dan tradisi yang sangat menarik untuk dikembangkan menjadi sebuah karya layar lebar. Menurutnya, potensi tersebut masih belum terlalu sering ditampilkan dalam film Indonesia, khususnya melalui pendekatan cerita urban legend.

Karena itu, peran Teddy menjadi pengalaman yang menarik bagi Dimas. Ia tidak hanya dituntut memahami karakter yang dimainkan, tetapi juga ikut masuk ke dalam atmosfer cerita yang kental dengan latar budaya Minang.

Film Urang Bunian sendiri mengusung genre horor dengan memanfaatkan unsur legenda urban yang berkembang di tengah masyarakat. Kehadiran budaya lokal menjadi salah satu elemen yang diharapkan mampu memberikan warna berbeda dibandingkan film horor yang hanya mengandalkan teror supernatural.

Keterlibatan Dimas sebagai Teddy juga menjadi salah satu daya tarik film tersebut. Karakter seorang tentara yang pulang ke kampung untuk bertemu istrinya membuka ruang bagi cerita personal yang kemudian bersinggungan dengan berbagai kejadian misterius.

Pemilihan latar Minang membuat Urang Bunian tidak hanya menawarkan ketegangan, tetapi juga berupaya memperkenalkan sisi budaya lokal kepada penonton yang lebih luas. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan cerita horor Indonesia dengan identitas yang kuat.

Dimas pun melihat kesempatan tersebut sebagai alasan penting untuk terlibat dalam proyek besutan Rendy Herpy. Menurutnya, pengangkatan budaya Minang melalui genre horor dan urban legend dapat menjadi sesuatu yang segar bagi perfilman Indonesia.

Dengan proses produksi yang telah selesai, publik kini tinggal menantikan bagaimana Urang Bunian menerjemahkan kekayaan budaya Minang ke dalam sebuah kisah horor di layar lebar. Film ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi penonton melalui perpaduan legenda lokal, drama keluarga, dan teror supernatural.

Kehadiran Dimas Aditya sebagai Teddy menjadi salah satu bagian yang menarik untuk dinantikan. Terlebih, karakter tersebut memiliki hubungan langsung dengan latar kampung dan kisah misterius yang menjadi pusat cerita Urang Bunian.