Scroll untuk baca artikel
Nasional

Gagalnya Pembelian Tiga Unit Korvet Kelas Pohang dari Korsel Ada Dampak Positif ?

×

Gagalnya Pembelian Tiga Unit Korvet Kelas Pohang dari Korsel Ada Dampak Positif ?

Sebarkan artikel ini
Gagalnya Pembelian Tiga Unit Korvet Kelas Pohang Dari Korsel Ada Dampak Positif ?

RADARNESIA.COM – Tercatat PCC Bucheon 773 telah melakukan yang terbaik untuk melindungi wilayah tanggung jawab Laut Barat Korsel selama lebih dari 30 tahun. Pengakusisian korvet kelas Pohang hibah dari Korea Selatan (Korsel) ke Indonesia masih menjadi pembahasan seru.

Apalagi salah satu petinggi Kemhan RI yaitu Wakil Menteri Pertahanan RI Muhammad Herindra mengatakan jika Korsel tidak jadi memberikan tiga kapal korvet kelas Pohang.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

“Awalnya hibah ini (korvet kelas Pohang) adalah tiga kapal, yang waktu itu sudah kita anggarkan perbaikan untuk tiga kapal tersebut adalah 105 juta (dolar AS) waktu itu.

Ternyata sambil berjalan Korea (Korsel) tidak jadi memberikan tiga kapal (korvet kelas Pohang), tetapi hanya satu kapal, sehingga kalau satu kapal untuk perbaikan mesin dan sewaco-nya itu ya 105 (juta dolar AS) bagi tiga, sekitar 35 juta dolar AS,” ucap Muhammad Herindra yang dikutip dari ANTARA pada 6 Juni 2024.

Dengan penjelasan ini maka Korsel hanya memberikan satu korvet kelas Pohang kepada Indonesia. Apalagi Muhammad Herindra menambahkan sumber pembiayaan untuk perbaikan korvet kelas Pohang akan dianggarkan pada Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pertahanan Tahun 2025-2029.

Serta Muhammad Herindra juga mengatakan soal anggaran 105 juta USD korvet kelas Pohang yang sudah dialihkan untuk pembelian kapal FREMM dari Italia.

Gagalnya Pembelian Tiga Unit Korvet Kelas Pohang Dari Korsel Ada Dampak Positif ?

“Karena kemarin agak lama prosesnya (korvet kelas Pohang) sehingga anggaran 105 juta (dolar AS) sekarang sudah dialihkan untuk pembelian kapal FREMM dari Italia.

Nanti untuk perbaikan korvet kelas Pohang PCC Bucheon 773 akan dianggarkan melalui renstra berikutnya sebanyak 35 juta dolar AS dan sudah dalam blue book di Bappenas,” kata Muhammad Herindra.

Sayangnya tidak dijelaskan soal rencana kedatangan dari korvet kelas Pohang yang dihibahkan Korsel ke Indonesia.

Dikutip dari laman sisamagazine co kr, pada 26 Maret 2021, PCC Bucheon 773 menjadi kapal perang yang dibuat oleh Hyundai Heavy Industries dan ditugaskan pada tanggal 4 Mei 1989. Menurut penjelasan jika PCC Bucheon 773 menjadi korvet kelas Pohang ke-15 yang ditugaskan ke Komando Armada ke-2 Angkatan Laut Korsel pada tanggal 1 Agustus 1990.

Pada 25 Maret 2021 akhirnya PCC Bucheon 773 resmi dipensiunkan dari masa dinas AL Korsel. Setelah pensiunnya PCC Bucheon 773 maka kapal perang ini akan digantikan dengan kapal perang kelas Incheon.

Menurut penjelasan jika PCC Bucheon 773 sudah tercatat mengemban beberapa misi keamanan perairan Korsel. Seperti operasi perlindungan perikanan, dukungan untuk tindakan keras terhadap kapal-kapal yang berimigrasi secara ilegal, serta patroli laut dilakukan oleh PCC Bucheon 773.

Tercatat semenjak awal penugasan PCC Bucheon 773 telah melakukan lebih dari 300 misi keamanan dan berpartisipasi dalam lebih dari 70 latihan manuver. Termasuk turut serta dalam aksi pencarian terkait dengan jatuhnya helikopter coast guard Korsel pada tahun 2015 dilakukan PCC Bucheon 773. Dan PCC Bucheon 773 juga turut serta dalam tanggap bencana topan pada tahun 2016.

Hal ini menunjukkan tidak hanya kesiapan tempur, tetapi PCC Bucheon 773 juga berperan penting dalam operasi tanggap bencana. Selain itu, PCC Bucheon 773 memiliki sederet persenjataan kelas berat.

Senjata kelas berat pada PCC Bucheon 773 terdiri dari anti udara, anti permukaan, serta anti kapal selam atau bawah air. Tercatat di PCC Bucheon 773 memiliki dua senjata meriam 76mm Oto Melara dan dua senjata meriam 40mm Otobreda yang berguna untuk anti udara dan anti permukaan.

Sedangkan dibagian persenjataan rudal yang ada di PCC Bucheon 773 memiliki rudal anti udara jarak dekat Mistral dan termasuk Harpoon sebagai rudal anti kapal. Untuk memaksimalkan peran anti kapal selam di PCC Bucheon 773 memiliki 2×3 peluncur torpedo ringan Mark-32 termasuk bom laut kedalaman depth charge. Serta dukungan beberapa Senapan Mesin Berat (SMB) 12,7 mm ada di PCC Bucheon 773.

PCC Bucheon 773 sendiri menjadi korvet kelas Pohang masuk kedalam batch IV yang dikutip dari kookje co kr pada 25 Maret 2021. Itu artinya PCC Bucheon 773 masuk kedalam 10 kapal yang dibangun dari tahun 1980an.

Gagalnya Pembelian Tiga Unit Korvet Kelas Pohang Dari Korsel Ada Dampak Positif ?

Maka dari itu PCC Bucheon 773 yang merupakan batch IV korvet kelas Pohang memiliki perubahan paling signifikan. Kapal tersebut (PCC Bucheon 773) mengubah sistem manajemen tempurnya menggunakan WSA-423 (Weapon Ship Automation-423) hasil kolaborasi Samsung Aerospace Industries (Hanwha Systems) dan British Ferranti.

Dengan kelebihan teknologi tersebut membuat PCC Bucheon 773 sangat handal dalam peran anti permukaan dan anti bawah air. Secara spesifikasi, PCC Bucheon 773 memiliki berat 1.220 ton dengan panjang 88 meter.

Lalu lebar PCC Bucheon 773 hanya sekitar 10 meter dengan sistem penggerak menggunakan
Combined Diesel or Gas (CODOG). Tercatat kecepatan maksimal PCC Bucheon 773 bisa mencapai 32 knots dengan daya jelajah 7.400 km di kecepatan 15 knots. Secara keseluruhan PCC Bucheon 773 hanya memiliki durasi penugasan 20 hari saja.