Radarnesia.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengingatkan pentingnya penanganan kesehatan mental secara menyeluruh di Indonesia. Gangguan jiwa dinilai menjadi persoalan kesehatan serius karena berkontribusi besar terhadap berkurangnya kualitas hidup masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

Berdasarkan data evaluasi kesehatan terbaru yang disampaikan Kemenkes, gangguan jiwa menempati posisi kedua sebagai penyebab years lived with disability (YLD), yaitu ukuran yang menggambarkan beban hidup seseorang akibat kondisi kesehatan yang menyebabkan keterbatasan atau disabilitas.

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menyampaikan hal tersebut di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Minggu, 11 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa masalah kesehatan jiwa memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan masyarakat untuk menjalani kehidupan dengan kualitas yang baik.

“Kami laporkan dari data-data kita, gangguan jiwa menjadi penyebab kedua years lived with disability. Jadi beban untuk kualitas hidup yang baik dari masalah kesehatan jiwa ini nomor dua,” kata Maria.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa kesehatan mental perlu mendapatkan perhatian yang seimbang dengan kesehatan fisik. Gangguan jiwa tidak hanya berkaitan dengan kondisi psikologis seseorang, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas, hubungan sosial, serta kemampuan menjalankan rutinitas sehari-hari.

Kesehatan Mental Perlu Mendapat Perhatian Serius

Tingginya beban gangguan jiwa menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanganan yang tepat. Permasalahan kesehatan mental dapat dialami oleh berbagai kelompok usia sehingga pendekatan penanganannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

Dukungan keluarga dan lingkungan sosial juga berperan dalam membantu seseorang menghadapi masalah kesehatan mental. Lingkungan yang terbuka dan tidak memberikan stigma dapat mendorong masyarakat untuk mencari pertolongan ketika mengalami kesulitan emosional atau psikologis.

Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai kesehatan jiwa perlu terus diperkuat. Gangguan mental bukan persoalan yang seharusnya disembunyikan atau menjadi alasan untuk mendiskriminasi seseorang. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian, dukungan, dan akses terhadap layanan kesehatan yang sesuai.

Pentingnya Deteksi Dini dan Akses Layanan

Penanganan kesehatan mental tidak cukup hanya dilakukan ketika gangguan sudah menghambat aktivitas sehari-hari. Pengenalan tanda-tanda awal, konsultasi dengan tenaga profesional, serta dukungan yang berkelanjutan dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis.

Masyarakat juga perlu memahami bahwa mencari bantuan profesional merupakan langkah yang wajar ketika menghadapi tekanan emosional berkepanjangan atau perubahan kondisi psikologis yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

Melalui perhatian yang lebih menyeluruh terhadap kesehatan jiwa, diharapkan masyarakat dapat memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk mempertahankan kualitas hidup. Pernyataan Kemenkes tersebut sekaligus menegaskan pentingnya menempatkan kesehatan mental sebagai bagian integral dari pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia.