Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Kuliner Khas yang Disukai oleh Sultan Keraton Jogja Hamengku Buwono

×

Kuliner Khas yang Disukai oleh Sultan Keraton Jogja Hamengku Buwono

Sebarkan artikel ini

RADARNESIA.COM – Kuliner khas yang disukai oleh sultan keraton Jogja, Sri Sultan Hamengku Buwono, yang menu-menunya anti mainstream!

Menjelajahi kekayaan kuliner suatu daerah tak hanya memberi kesempatan untuk menikmati cita rasa yang menggoda, tetapi juga membuka pintu untuk memahami sejarah, budaya, dan kearifan lokal.

Di tengah pesona budaya Jawa yang kaya, Keraton Yogyakarta, sebagai perwujudan keberlanjutan tradisi dan kearifan lokal, tidak hanya menjadi ikon sejarah, tetapi juga menawarkan kelezatan kuliner yang kaya dengan filosofi.

Kuliner khas yang disukai oleh Sultan Keraton Jogja, Hamengku Buwono, yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menampilkan menu yang anti-mainstream.

Mari mengenal lebih jauh tentang pesona kuliner keraton yang menggoda ini!

1. Salad Huzaren

Salad Huzaren menjadi salah satu hidangan favorit Sri Sultan Hamengkubuwono II. Hidangan ini, yang berasal dari Belanda, menggabungkan daun selada, daging sapi, kentang rebus, nanas, buah bit, bawang bombay, tomat, dan timun, semuanya disiram dengan saus berbasis kuning telur.

Baca Juga:  Paskibraka Dharmasraya 2023 Dapat Reward Karyawisata Dari Bupati Sutan Riska

2. Nasi Blawong

Nasi Blawong menonjol sebagai salah satu kuliner istimewa di keraton Yogyakarta, biasanya disajikan dalam acara-acara penting kerajaan seperti ulang tahun sultan. Nasi ini diolah dengan beragam rempah, menyerupai nasi kebuli, dan disuguhkan bersama ayam bacem dan sambal, antara lain.

3. Dhahar Pandan Wangi

Dhahar Pandan Wangi, disukai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII, adalah nasi berwarna hijau hasil pemasakan dengan air pandan, yang lezat disantap bersama pilihan lauk seperti telur dan ayam.

4. Singgang Ayam

Singgang Ayam, merupakan kuliner yang berbeda dari sate biasa karena penggunaan rempah khas sebelum dibakar. Singgang ayam ini adalah favorit Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Baca Juga:  Kelompok Tani Jaya Bersama Ladang Rimbo Deklarasi Kawasan Daulat Pangan Dan Panen Raya Jagung Bersama Bupati Hamsuardi

5. Semur Piyik

Semur Piyik adalah olahan daging burung dara muda dengan saus kecap manis. Semur piyik menjadi kegemaran di keraton, khususnya oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII, sajian yang nikmat disertai nasi hangat.

6. Bistik Lidah

Bistik Lidah disebut juga bestik, mirip beef steak dalam penyajiannya dengan saus khas. Menu ini adalah hidangan yang diadaptasi dari Belanda, favorit Sri Sultan Hamengkubuwono IX.

7. Gecok Ganem

Gecok Ganem adalah kuliner kesukaan sultan Keraton Yogyakarta yang berikutnya, mmirip dengan sayur lodeh namun memiliki cita rasa unik yang sedikit asam, berisi daging cincang seperti bakso dalam kuah santan, merupakan salah satu menu istimewa keraton.

8. Urip-Urip Gulung

Urip-Urip Gulung adalah olahan daging ikan lele yang digulung dan dipanggang, lalu disajikan dengan saus mangut, adalah pilihan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Baca Juga:  Tinjau Jalan Rusak di Kampar, Pj Gubri Minta Pemkab Kampar Kirim Surat Bantuan Perbaikan

9. Sayur Klenyer

Sayur Klenyer adalah kuliner yang menggunakan daging dan kulit melinjo sebagai bahan utamanya. Kuliner favorit sultan ini menawarkan rasa gurih dan pedas yang unik.

10. Manuk Nom

Manuk Nom merupakan sebuah dessert tradisional dari tapai ketan hijau dan telur, disajikan dengan emping, diketahui disukai oleh Sri Sultan Hamengkubuwono VII dan VIII.

11. Prawan Kenes

Prawan Kenes adalah hidangan favorit sultan yang terbuat dari pisang raja yang dikukus, dibelah, dan disiram dengan saus santan sebelum dibakar, adalah kudapan manis yang disukai di keraton.

12. Bendul

Bendul terbuat dari singkong yang dipanggang lalu dicampur dengan kelapa, gula, dan garam, dibentuk menjadi bola dan dibakar, menjadi favorit Sri Sultan Hamengkubuwono VIII.