Radarnesia.com – Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah, dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Prabowo Subianto untuk memediasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi Minggu (1/3/2026), Kedubes Iran menegaskan pentingnya pengambilan sikap tegas oleh para pejabat Indonesia.

“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian bunyi pernyataan tersebut .

Iran menuding AS dan Israel melakukan pelanggaran terhadap Piagam PBB, hukum internasional, serta hukum humaniter internasional.

Kedubes Iran menyebutkan, serangan pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat tidak hanya menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, tetapi juga menghantam sejumlah lokasi sipil termasuk sekolah-sekolah yang menimbulkan korban jiwa anak-anak .

“Permusuhan Iran dengan Amerika bukanlah hal baru, ini berakar dalam tujuh dekade sejarah Iran. Intervensi, agresi dan permusuhan Amerika terhadap Iran dimulai dari kudeta 19 Agustus 1953,” kata Kedubes Iran dalam pernyataannya .

Dalam pernyataan tersebut, Iran juga menuding AS dan Israel menunggangi protes damai rakyat Iran pada Januari 2026 yang berujung pada kerusuhan dan kekerasan.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran yang berujung pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah .

“Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah. Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi,” tulis Kemlu RI di postingan X, Sabtu (28/2/2026) .

Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memfasilitasi dialog.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” tulis Kemlu RI .

Kemlu memandang peningkatan ketegangan di Timur Tengah berpotensi mengganggu stabilitas kawasan serta perdamaian dan keamanan dunia . Warga negara Indonesia (WNI) di Iran pun diimbau tetap tenang, waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, dan menjaga komunikasi dengan perwakilan RI terdekat .

Serangan gabungan AS-Israel yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) pagi merupakan eskalasi terbaru setelah perundingan nuklir di Jenewa, Swiss, gagal pada Jumat (27/2/2026) . Media Iran melaporkan serangan pertama menargetkan lokasi di kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei .