RADARNESIA.COM – Iran dilaporkan menolak permintaan India untuk mengizinkan kapal-kapalnya melintas Selat Hormuz, salah satu jalur laut paling strategis di dunia. Penolakan ini terkait dengan sikap politik India yang dianggap mendukung blok AS-Israel.
Dilansir Pars Today melaporkan bahwa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Perdana Menteri India Narendra Modi melakukan percakapan telepon pada Kamis, 12 Maret 2026 malam untuk membahas perkembangan terbaru setelah serangan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel terhadap Iran dan dampaknya.
Dalam percakapan tersebut, Pezeshkian menyampaikan terima kasih atas posisi seimbang dan konstruktif India di arena internasional serta upayanya untuk meredakan ketegangan.
Pemerintah Iran menegaskan bahwa kebijakan mereka terkait jalur strategis tersebut sudah jelas. Negara-negara yang dianggap sekutu AS dan Israel, termasuk India, tidak akan diberikan akses bebas melewati Selat Hormuz. “Iran tidak akan memberikan izin kepada negara-negara yang mendukung blok AS-Israel untuk melintas Selat Hormuz,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran.
Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, menghubungkan produsen minyak terbesar di Teluk Arab dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Penutupan Selat Hormuz dapat berdampak signifikan pada stabilitas pasokan energi global. Lebih dari 20% minyak global melewati jalur ini, membuat ketegangan di kawasan semakin meningkat.
India telah melakukan komunikasi diplomatik dengan Iran untuk memastikan keselamatan kapal-kapal dagang, namun belum ada jaminan resmi mengenai keamanan dan izin penuh bagi kapal India untuk melintas. “Kami berharap Iran dapat mempertimbangkan kembali keputusan mereka dan memastikan keselamatan kapal-kapal India,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India.
Konflik di Timur Tengah telah memicu ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran, membuat ketegangan di kawasan semakin meningkat. Iran telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu-ragu untuk mengambil tindakan jika kepentingan nasional mereka terancam.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah meningkatkan tekanan pada Selat Hormuz, termasuk penangkapan kapal-kapal minyak dan penembakan rudal ke kapal-kapal perang AS. Ketegangan antara Iran dan AS telah meningkat sejak AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran pada 2018.
India, yang memiliki hubungan baik dengan Iran, telah berusaha untuk menjaga hubungan dengan Teheran sambil tetap mempertahankan hubungan dengan AS. Namun, keputusan Iran untuk menolak izin kapal India melintas Selat Hormuz dapat berdampak pada hubungan antara India dan Iran.
Dalam pernyataan resminya, Kedutaan Besar Iran di New Delhi mengatakan bahwa keputusan Iran untuk menolak izin kapal India melintas Selat Hormuz adalah “keputusan politik” dan tidak terkait dengan hubungan antara Iran dan India.
Namun, sumber diplomatik mengatakan bahwa keputusan Iran dapat berdampak pada hubungan antara India dan Iran, serta stabilitas di kawasan. “Keputusan Iran dapat memicu reaksi dari India dan AS, yang dapat memperburuk situasi di kawasan,” kata sumber diplomatik.







