Radarnesia.com – Kepemimpinan yang berakar kuat dari kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama bagi Jusman (45) dalam memimpin Desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. Sejak pertama kali dipercaya mengemban amanah pada tahun 2008, ia telah membuktikan pengabdiannya melalui kemenangan tiga periode berturut-turut dalam pemilihan langsung oleh warga.

Selama hampir dua dekade perjalanan pengabdiannya, sosok yang akrab disapa Jus ini mengusung kepemimpinan yang memadukan prinsip modern, tegas, dan agamis. Berbekal pendidikan tingkat SLTA sederajat, ia membuktikan bahwa dedikasi tinggi serta visi pembangunan yang tepat sasaran mampu membawa Desa Kunangan tumbuh menjadi wilayah yang semakin berdaya saing.

Bagi Jusman, pembangunan desa yang sejati tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur fisik, tetapi dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Di awal kepemimpinannya, ia melihat tantangan besar terkait rendahnya tingkat pendidikan masyarakat desa. Oleh karena itu, investasi pada generasi muda menjadi prioritas utama visi dan misinya.

Hasilnya kini mulai membuahkan buah manis. Dari desa yang dahulu minim lulusan perguruan tinggi, saat ini sudah lahir puluhan sarjana dari Desa Kunangan.

“Target utama saya adalah membangun kualitas generasi muda. Dahulu SDM kita jauh di bawah, tetapi alhamdulillah, saat ini sudah ada puluhan anak-anak Desa Kunangan yang menjadi sarjana. Pembangunan yang paling mendasar adalah membangun manusia,” ujar Jusman.

Kepala desa yang telah menjabat selama tiga periode tersebut menegaskan, prinsip pentingnya pendidikan tinggi juga diterapkan Jusman di dalam keluarganya. Sebagai ayah dari tiga putra, ia memberikan teladan nyata dalam membimbing anak-anaknya menuntut ilmu:

Nama Istri: Julida

Putra Pertama: Jaga Rusdi
Lulusan Sarjana Hukum Universitas Andalas (Unand) yang kini sedang melanjutkan studi Magister (S2) di Universitas Gadjah Mada (UGM).

Putra Kedua: Agung Samudra
Alumnus pondok pesantren yang melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Ilmu Politik di UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Putra Ketiga: Imam Samudra
Saat ini sedang duduk di kelas 3 SMP.

Dalam menjalankan roda pemerintahan Desa Kunangan, Jusman mengusung gaya kepemimpinan modern, tegas, dan agamis. Ketiga prinsip tersebut menjadi landasan dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, serta membangun hubungan dengan masyarakat.

Sikap tegas diperlukan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai aturan dan tujuan pembangunan. Sementara itu, pendekatan modern diharapkan mampu mendorong tata kelola pemerintahan desa yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Nilai-nilai agama juga menjadi bagian dari karakter kepemimpinannya. Dengan memadukan ketegasan, keterbukaan terhadap perubahan, dan nilai-nilai keagamaan, Jusman berupaya menjalankan amanah sebagai kepala desa dengan mengutamakan tanggung jawab dan kepentingan masyarakat.

Sebagai pemimpin di wilayah perkebunan, Jusman kerap berhadapan dengan dinamika pertanahan seperti pembukaan lahan baru (imas tumbang), jual beli tanah, hingga potensi sengketa klaim tumpang tindih. Dalam menghadapi persoalan tersebut, ia mengedepankan pendekatan musyawarah adat dan transparansi sebelum menempuh jalur hukum formal.

“Permasalahan tanah sering kali timbul dari saling klaim akibat imas tumbang atau jual beli. Sebagai kepala desa, saya bersama Lembaga Adat dan Pemerintah Desa selalu membuka ruang musyawarah adat terlebih dahulu. Kita kaji apakah bisa didamaikan secara adat atau tidak. Alhamdulillah, banyak persoalan yang akhirnya selesai secara kekeluargaan di tingkat desa sebelum melangkah ke pihak berwajib,” jelasnya.

Dalam menjaga ketertiban sosial dan moral generasi muda, Jusman menerapkan pola pembinaan yang humanis namun tetap berprinsip. Kenakalan remaja, seperti perkelahian, penyalahgunaan narkoba, hingga kasus pencurian hasil kebun (sawit), diselesaikan melalui kantor desa dengan mekanisme pembinaan bertahap.

“Untuk kenakalan remaja, kami berikan pembinaan langsung di kantor desa sampai tiga kali kesempatan. Kita bina dan beri nasihat agar mereka mau berubah. Namun, apabila sudah dibina tiga kali masih juga mengulangi, baru saya laporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk proses hukum. Ketegasan itu penting agar ada efek jera,” tegas Jusman.

Di sektor ekonomi, Jusman memiliki pandangan terbuka dan progresif terhadap masuknya investasi di bidang pertambangan maupun perkebunan di wilayahnya. Menurutnya, investasi yang masuk secara legal dan bertanggung jawab merupakan kunci untuk menggerakkan roda perekonomian warga serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Investasi dari sektor pertambangan dan perkebunan sangat saya dukung. Ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk mendongkrak perekonomian daerah serta meningkatkan PAD. Yang terpenting, investasi tersebut harus membawa manfaat nyata dan menyerap tenaga kerja lokal,” ungkapnya.

Hingga saat ini, kedekatan Jusman dengan warga dari berbagai kalangan menjadi modal sosial yang menjaga keharmonisan Desa Kunangan. Dengan memadukan prinsip transparansi, keterbukaan, serta kepemimpinan yang berorientasi pada hasil, ia terus berikhtiar membawa desanya menuju tingkat nasional.

Cita-cita Jusman tidak berhenti pada pembangunan yang bersifat lokal. Ia ingin Desa Kunangan terus berkembang, memiliki daya saing, dan mampu menunjukkan potensi terbaiknya hingga tingkat nasional.

“Saya tidak pernah berubah sejak 2008, yaitu tetap berbuat yang terbaik untuk masyarakat. Selagi diberi amanah, seluruh jiwa dan pikiran akan saya wakafkan untuk kemajuan Desa Kunangan,” pungkas figur yang dikenal ramah dan bersahaja.

Bagi Jusman, membangun Desa Kunangan membutuhkan keterlibatan masyarakat, bukan hanya keputusan dari pemerintah desa. Karena itu, transparansi dan musyawarah menjadi prinsip penting dalam menjalankan tugas kepemimpinannya.

Melalui semangat kebersamaan, aspirasi masyarakat perlu mendapatkan ruang agar arah pembangunan dapat mempertimbangkan kebutuhan dan kepentingan warga. Musyawarah juga menjadi sarana untuk memperkuat persatuan serta mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa.

“Prinsip transparansi menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa. Keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan diharapkan dapat memperkuat partisipasi warga dalam mendukung kemajuan Desa Kunangan, Kabupaten Tebo,” sambungnya.

Dalam menjalankan program pembangunan, Jusman berkomitmen mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari tingkat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, hingga pemerintah pusat. Dukungan tersebut diarahkan agar kebijakan pembangunan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

Jusman juga menilai bahwa perlunya sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pemerintah pusat. Hal inilah menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Dengan menyelaraskan program desa dan prioritas pemerintah, berbagai peluang pembangunan diharapkan dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan serta potensi Desa Kunangan.

Jusman dikenal sebagai sosok kepala desa yang dicintai masyarakat dari berbagai kalangan. Kedekatan dengan warga menjadi bagian penting dalam perjalanan kepemimpinannya.

Kepercayaan masyarakat merupakan modal sosial yang berharga bagi keberlangsungan pembangunan desa. Dukungan tersebut dapat menjadi kekuatan untuk menjaga kebersamaan, meningkatkan partisipasi warga, serta memperkuat semangat gotong royong.

Berbagai upaya pembangunan yang telah dilakukan menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk membawa Desa Kunangan menuju kondisi yang lebih baik. Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kerja sama antara pemerintah desa dan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.

Jusman berpedoman bahwa kemajuan desa merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah desa berperan dalam merencanakan dan menjalankan program, sedangkan partisipasi masyarakat menjadi unsur penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Dengan perjalanan pengabdian sejak 2008, Jusman tetap membawa harapan agar Desa Kunangan, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, semakin maju dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Visi tersebut membutuhkan perencanaan yang matang, tata kelola pemerintahan yang transparan, pelayanan yang semakin baik, serta keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.

Dengan mengedepankan kepemimpinan modern, tegas, dan agamis, serta menjadikan musyawarah sebagai prinsip kerja, Jusman berupaya menjaga arah pembangunan agar tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan kepemimpinan desa tidak hanya diukur dari lamanya masa jabatan, tetapi juga dari manfaat pembangunan, kualitas pelayanan, kepercayaan masyarakat, dan perubahan positif yang dirasakan warga.