RADARNESIA.COM – Kepulan asap hitam pekat mendadak membumbung tinggi di kompleks Asrama Polisi Polda Jambi pada Selasa siang (30/7/2026). Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi tepat di belakang Markas Polisi Daerah tersebut meratakan setidaknya delapan unit hunian dan memicu kepanikan luar biasa di area perkantoran utama markas kepolisian setempat.
Insiden kebakaran asrama polisi ini berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB, saat sebagian besar aktivitas perkantoran di lingkungan Polda Jambi sedang berjalan padat. Kobaran api yang membakar deretan rumah dinas tersebut langsung menyita perhatian publik dan membuat histeris warga sekitar serta personel yang bertugas.
Sejumlah anggota Polda Jambi beserta warga berhamburan keluar gedung untuk membantu mengamankan lokasi dan mengantisipasi penyebaran api ke bangunan lainnya. Meskipun kobaran api melalap habis seluruh isi bangunan, beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini karena seluruh rumah dalam keadaan kosong saat kejadian.
Asap Pekat dan Angin Kencang Sempat Menyulitkan Petugas
Menurut keterangan warga sekitar di lokasi kejadian, api pertama kali muncul dari salah satu sudut hunian di bagian tengah blok asrama. Abdi (42), salah seorang saksi mata, menceritakan bahwa kepulan asap pekat sudah terlihat sebelum api akhirnya membesar dan menjalar cepat ke bangunan lain.
“Awalnya hanya terlihat asap hitam pekat keluar dari atap salah satu rumah. Namun tidak lama kemudian, api langsung membesar dan membakar bangunan di sekitarnya. Angin siang ini memang cukup kencang, jadi api sangat cepat merembet,” ujar Abdi di lokasi kejadian.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi yang menerima laporan darurat langsung mengerahkan seluruh armada dari markas komando menuju lokasi penanganan musibah.
Kepala Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, membenarkan bahwa pihak pemadam kebakaran langsung bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 11.00 WIB.
“Kami langsung mengerahkan seluruh unit armada pemadam yang ada di markas komando untuk meluncur ke lokasi kejadian begitu mendapat laporan,” terang Mustari.
Mustari mengungkapkan, proses pemadaman di lapangan menghadapi kendala yang cukup berat. Asap tebal yang membumbung tinggi menghalangi pandangan serta membahayakan pernapasan para petugas di lapangan.
“Kendala utama personil kami di lapangan adalah tebalnya asap kebakaran yang mengumpul di area kompleks. Anggota terpaksa harus menggunakan tabung pernapasan Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) atau oksigen khusus untuk menembus titik api,” tambangnya.
Setelah berjuang keras membendung pergerakan si jago merah selama lebih dari satu jam, petugas pemadam akhirnya berhasil mengendalikan dan menjinakkan kobaran api, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada sisa bara yang memicu kebakaran susulan.
Polisi Gelar Olah TKP dan Penyelidikan Penyebab Kebakaran
Meskipun delapan unit bangunan fisik hangus terbakar, Mustari mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah kebakaran tersebut. Saat kejadian berlangsung, seluruh hunian sedang ditinggal oleh penghuninya yang tengah beraktivitas di luar.
“Untuk korban jiwa nihil karena seluruh bangunan asrama yang terbakar dalam keadaan kosong. Sementara untuk estimasi total kerugian materiel saat ini masih dalam proses pendataan dan perhitungan tim,” kata Mustari.
Secara terpisah, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jambi, Kombes Pol. Jimmy Christian Samma, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menerjunkan Tim Inafis dan Laboratorium Forensik untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyingkap penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut.
“Benar, kompleks asrama polisi terbakar. Ada sekitar delapan unit hunian yang terdampak. Saat ini tim penyidik masih melakukan olah TKP menyeluruh untuk menyelidiki asal muasal api serta penyebab kebakaran,” jelas Kombes Pol. Jimmy Christian Samma.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran hingga proses penyelidikan resmi selesai dilakukan. Perkembangan terbaru terkait musibah ini akan disampaikan secara berkala oleh jajaran Polda Jambi.









