Scroll untuk baca artikel
Serba Serbi

Kenali Bahaya Hipertensi Yang Bisa Sebabkan Komplikasi

×

Kenali Bahaya Hipertensi Yang Bisa Sebabkan Komplikasi

Sebarkan artikel ini
Kenali Bahaya Hipertensi Yang Bisa Sebabkan Komplikasi

RADARNESIA.COM – Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi. Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan apabila tekanan darah diukur hasilnya mencapai lebih dari 140/90 mmHG.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Arifin Achmad dr Anwar Sholeh, M Ked (PD), Sp PD mengatakan, apabila tidak terkontrol, Hipertensi dapat menimbulkan beberapa penyakit komplikasi seperti gagal jantung, gangguan otak, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan retina.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

“Hipertensi memiliki faktor resiko yang tidak bisa diperbaiki yakni umur diatas 40 tahun, jenis kelamin yang kebanyakan laki-laki dan riwayat keluarga (genetik). Sedangkan untuk faktor resiko yang bisa diperbaiki yaitu kegemukan, kurang aktivitas fisik, merokok, diet tinggi lemak, mengkonsumsi alkohol, dan stres,” kata Anwar, Jumat (26/1).

Kepada masyarakat, dr Anwar Soleh menyampaikan untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan apabila terdeteksi hipertensi untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu hingga bergejala karena bisa saja ketika bergejala menandakan telah terjadi komplikasi di dalam tubuh.

“Dianjurkan untuk orang yang menderita hipertensi untuk melakukan diet DASH. Diet tersebut merupakan diet yang dirancang untuk mencegah terjadinya lonjakan dan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi,” ujarnya.

Dipaparkan dr Anwar, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah sebuah pola makan yang dirancang khusus untuk membantu mengelola tekanan darah. Prinsip-prinsip utama dari diet DASH yakni mengkonsumsi 4-5 posi sayuran dan dan 4-5 porsi buah setiap hari.

“Biji-bijian utuh seperti beras merah, gandum utuh, oatmeal. Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan. Produk susu (yogurt, keju,susu) rendah atau tanpa lemak,” paparnya.