Kenali Bahaya Hipertensi Yang Bisa Sebabkan Komplikasi

RADARNESIA.COM – Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bahaya hipertensi. Hipertensi atau yang biasa disebut tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan apabila tekanan darah diukur hasilnya mencapai lebih dari 140/90 mmHG.

Dokter spesialis penyakit dalam RSUD Arifin Achmad dr Anwar Sholeh, M Ked (PD), Sp PD mengatakan, apabila tidak terkontrol, Hipertensi dapat menimbulkan beberapa penyakit komplikasi seperti gagal jantung, gangguan otak, gagal ginjal, stroke, dan kerusakan retina.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Olahraga Sehat Untuk Lansia, Meredakan Nyeri Otot

“Hipertensi memiliki faktor resiko yang tidak bisa diperbaiki yakni umur diatas 40 tahun, jenis kelamin yang kebanyakan laki-laki dan riwayat keluarga (genetik). Sedangkan untuk faktor resiko yang bisa diperbaiki yaitu kegemukan, kurang aktivitas fisik, merokok, diet tinggi lemak, mengkonsumsi alkohol, dan stres,” kata Anwar, Jumat (26/1).

Baca Juga:  Bubun Bunyamin Lansia 71 Tahun Taklukkan Gunung Tertinggi di Jawabarat

Kepada masyarakat, dr Anwar Soleh menyampaikan untuk rutin memeriksakan tekanan darah dan apabila terdeteksi hipertensi untuk segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan tunggu hingga bergejala karena bisa saja ketika bergejala menandakan telah terjadi komplikasi di dalam tubuh.

“Dianjurkan untuk orang yang menderita hipertensi untuk melakukan diet DASH. Diet tersebut merupakan diet yang dirancang untuk mencegah terjadinya lonjakan dan mengurangi tekanan darah pada penderita hipertensi,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Imlek Pembuat Kue Keranjang di Tangerang Capai 2 Ton per Hari

Dipaparkan dr Anwar, Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) adalah sebuah pola makan yang dirancang khusus untuk membantu mengelola tekanan darah. Prinsip-prinsip utama dari diet DASH yakni mengkonsumsi 4-5 posi sayuran dan dan 4-5 porsi buah setiap hari.

“Biji-bijian utuh seperti beras merah, gandum utuh, oatmeal. Protein rendah lemak seperti ayam tanpa kulit, ikan, dan kacang-kacangan. Produk susu (yogurt, keju,susu) rendah atau tanpa lemak,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *