Radarnesia.com – Museum milik produsen kaca mewah Prancis, Lalique, menjadi sasaran pencurian pada Minggu pagi, 5 Juli 2026.

Para pelaku membawa kabur sekitar 20 perhiasan kristal senilai hampir €4 juta atau sekitar Rp82,27 miliar.

Harian Le Parisien, mengutip sumber yang mengetahui penyelidikan, melaporkan beberapa pencuri bertopeng membobol pintu masuk museum sebelum menghancurkan enam etalase dan melarikan diri dengan koleksi perhiasan tersebut.

Melansir Anadolu, Museum Lalique yang berada di Wingen-sur-Moder akan ditutup sementara dalam beberapa hari ke depan untuk menilai kerusakan serta memperkuat sistem keamanannya.

Pihak museum menyatakan kepolisian telah turun tangan dan proses penyelidikan sedang berlangsung.

Wali Kota Wingen-sur-Moder, Christian Dorschner, mengatakan para pelaku diduga telah mengetahui secara rinci lokasi penyimpanan koleksi perhiasan karena langsung menuju area tersebut saat beraksi.

Ia juga menyebut sistem alarm museum berfungsi dengan baik, namun perusahaan penyedia layanan keamanan diduga terlambat menghubungi aparat kepolisian.

Otoritas Prancis kini memeriksa rekaman kamera pengawas untuk mengidentifikasi para pelaku. Penyelidikan ditangani oleh unit investigasi kriminal gendarmerie Bas-Rhin.

Menurut Le Parisien, Museum Lalique sebelumnya telah masuk dalam daftar objek yang mendapat pengawasan khusus setelah pencurian besar di Museum Louvre pada Oktober 2025 yang mengakibatkan hilangnya koleksi bernilai sekitar USD102 juta.