RADARNESIA.COM – Pengamat perbankan Laila Farhat mengapresiasi langkah Bank Jambi dalam terus memperkuat tata kelola penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurutnya, komitmen tersebut menjadi bukti keseriusan bank pembangunan daerah itu dalam menjaga kualitas pembiayaan sekaligus memperluas akses permodalan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Laila menilai penguatan tata kelola merupakan langkah strategis. Bank Jambi dinilai tidak hanya mengejar target kuantitas penyaluran KUR, tetapi juga memastikan pembiayaan tepat sasaran, produktif, dan berdampak ekonomi berkelanjutan.

“Upaya memperkuat tata kelola penyaluran KUR patut diapresiasi. Hal ini menunjukkan Bank Jambi semakin mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, transparansi, serta pengelolaan risiko yang baik dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat,” ujar Laila.

Ia menegaskan, tata kelola yang baik adalah fondasi agar program KUR tidak menimbulkan kredit macet dan benar-benar membantu pelaku usaha berkembang.

Menurut Laila, tata kelola yang kuat akan memberi manfaat dua arah.

Bagi UMKM, mereka akan mendapatkan pembiayaan berkualitas disertai pendampingan yang memadai. Sementara bagi Bank Jambi, kualitas portofolio kredit tetap terjaga sehingga mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat.

“Keberhasilan penyaluran KUR tidak hanya diukur dari besarnya nilai kredit yang disalurkan, tetapi juga dari kemampuan pembiayaan tersebut dalam meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Ke depan, Laila berharap Bank Jambi terus mempertahankan komitmen tersebut melalui 4 langkah utama:

  1. Peningkatan kualitas analisis kredit agar lebih selektif dan tepat sasaran.
  2. Pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah akses dan mempercepat proses.
  3. Penguatan pengawasan internal guna meminimalisir risiko pembiayaan.
  4. Pendampingan kepada debitur agar usaha yang dibiayai semakin berkembang dan naik kelas.

“Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi lokal. Dengan tata kelola KUR yang semakin baik, saya optimistis kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat dan program KUR akan semakin efektif dalam mendorong UMKM naik kelas serta memperkuat perekonomian Provinsi Jambi,” tutupnya.

Sebagai bank milik daerah, Bank Jambi memiliki peran penting dalam menyalurkan pembiayaan produktif. Penguatan tata kelola KUR diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi, menekan angka pengangguran, dan mewujudkan UMKM Jambi yang berdaya saing.

Dengan komitmen ini, Bank Jambi diharapkan bisa menjadi contoh bagi BPD lain dalam menjalankan program KUR secara akuntabel dan berkelanjutan.