Radarnesia.com – Pertamina EP Jambi memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan membantu memadamkan lima titik kebakaran di sekitar wilayah operasional perusahaan selama sepekan terakhir.

Pertamina EP Jambi mengerahkan personel dan armada pemadam setelah menerima laporan maupun menemukan titik api di sejumlah lokasi, sebagai langkah mencegah kebakaran meluas dan mengancam masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau yang berpotensi memperbesar risiko kebakaran lahan di berbagai wilayah Provinsi Jambi.

Field Manager Pertamina EP Jambi Kurniawan Triyo Widodo mengatakan, perusahaan meningkatkan kesiapsiagaan untuk melindungi masyarakat, lingkungan, serta fasilitas operasi dari ancaman api yang berkembang cepat.

Menurut Kurniawan, setiap informasi mengenai kebakaran di sekitar wilayah kerja segera ditindaklanjuti melalui pengecekan lapangan dan koordinasi untuk mempercepat proses pemadaman.

Dalam sepekan terakhir, tim Pertamina EP Jambi tercatat membantu menangani kebakaran di lima lokasi yang tersebar di Kota Jambi, Kabupaten Batanghari, dan Kabupaten Muaro Jambi.

Penanganan pertama berlangsung di kawasan Purnama, Kota Jambi, pada Kamis, 20 Agustus 2026, sebelum tim kembali bergerak menuju lokasi kebakaran berikutnya.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, petugas membantu pemadaman kebakaran lahan di Jalan Lintas Sumatera Kilometer 34 dan kawasan sekitar SMA 5 Bajubang.

Respons berikutnya dilakukan pada Senin, 24 Agustus 2026, ketika tim Pertamina EP Jambi menangani titik kebakaran di KM 29 Tempino dan Sebapo, Kecamatan Mestong.

Kebakaran yang ditangani mayoritas terjadi pada lahan semak dan kebun, dengan beberapa lokasi berada berdekatan dengan fasilitas operasional Pertamina yang membutuhkan penanganan cepat.

Kondisi tersebut membuat kecepatan respons menjadi faktor penting karena api pada lahan kering dapat menyebar dengan cepat, terutama ketika cuaca panas dan curah hujan rendah.

Kurniawan menjelaskan, patroli lapangan menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak dini, sekaligus memastikan setiap laporan masyarakat mendapatkan tindak lanjut.

Selain mengandalkan pemantauan langsung, Pertamina EP Jambi juga membuka ruang informasi dari masyarakat mengenai keberadaan titik api di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Setiap laporan yang masuk menjadi bahan bagi petugas untuk menentukan langkah penanganan, sehingga potensi kebakaran dapat segera dikendalikan sebelum menjalar ke area lebih luas.

Untuk memperkuat kesiapan menghadapi Karhutla, fungsi Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina EP Jambi menempatkan tiga unit fire truck di lokasi strategis.

Ketiga armada pemadam tersebut disiagakan masing-masing satu unit di Kenali Asam, Bajubang, dan Petaling untuk mempercepat mobilisasi ketika terjadi kebakaran.

Pertamina EP Jambi memastikan setiap fire truck berada dalam kondisi siap operasi, termasuk memastikan ketersediaan air dan bahan bakar selama menghadapi musim kemarau.

Kesiapan tersebut bertujuan memangkas waktu persiapan ketika petugas menerima informasi kebakaran, sehingga armada dapat langsung menuju lokasi tanpa menunggu pengisian ulang.

Menurut Kurniawan, strategi tersebut diperlukan karena keterlambatan penanganan dapat membuat api semakin sulit dikendalikan dan meningkatkan potensi kerusakan terhadap lingkungan maupun fasilitas sekitar.

Pertamina EP Jambi juga menilai penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan banyak pihak, bukan hanya perusahaan yang memiliki wilayah operasional di sekitar lokasi rawan kebakaran.

Pemerintah daerah, aparat, perusahaan, dan masyarakat memiliki peran penting dalam mempercepat deteksi titik api sekaligus mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

Perusahaan mengimbau masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena api dapat menyebar tidak terkendali ketika kondisi lingkungan sedang kering.

Masyarakat juga diminta segera menyampaikan laporan apabila melihat titik api agar petugas dapat melakukan pemeriksaan dan mengambil tindakan sedini mungkin.

Kesiapsiagaan personel, patroli rutin, serta penempatan armada pemadam menjadi bagian dari upaya Pertamina EP Jambi mendukung pengendalian Karhutla di sekitar wilayah operasionalnya.

Pertamina EP Jambi merupakan bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi di Provinsi Jambi.

Wilayah operasional PEP Jambi tersebar pada tiga kabupaten dan kota, mencakup delapan kecamatan serta 26 desa, dengan kegiatan berada dalam pengawasan SKK Migas.

Melalui kesiapan sumber daya manusia dan peralatan pemadam, perusahaan berupaya memastikan potensi kebakaran dapat direspons lebih cepat selama periode kemarau berlangsung.

Upaya tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga lingkungan, keselamatan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas operasional dari ancaman Karhutla.