Radarnesia.com – PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field meningkatkan upaya edukasi keselamatan kepada masyarakat yang bermukim maupun beraktivitas di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi minyak dan gas bumi (migas).
Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Pengamanan Jalur Pipa dan Fasilitas Produksi yang berlangsung di Sport Center Pertamina EP Jambi, Kamis (27/8).
Sosialisasi ini menjadi bagian dari evaluasi dan pembelajaran setelah terjadinya insiden kebocoran pipa di Jalan Surya Darma KM 9, Kelurahan Kenali Asam Atas, Kota Jambi, pada awal Agustus 2026. Melalui kegiatan tersebut, warga diberikan pemahaman mengenai keberadaan infrastruktur pipa migas, potensi bahaya yang dapat muncul, serta tindakan yang perlu dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang aman.
Sekitar 100 warga dari Kecamatan Kota Baru, terutama masyarakat Kelurahan Kenali Asam, Kenali Asam Atas, dan Kenali Asam Bawah, mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperoleh edukasi mengenai keselamatan di sekitar fasilitas migas, peserta juga mendapatkan pembekalan dasar terkait pencegahan dan penanganan awal kebakaran.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya unsur TNI dan Polri, Kecamatan Kota Baru, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, serta pemerintah Kelurahan Kenali Asam, Kenali Asam Atas, dan Kenali Asam Bawah.
Kolaborasi lintas pihak tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat, sekaligus membangun kesadaran bersama antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat di sekitar wilayah operasi.
Field Manager Pertamina EP Jambi, Kurniawan Triyo Widodo, menegaskan bahwa keamanan jalur pipa migas merupakan tanggung jawab yang membutuhkan kepedulian bersama.
Menurutnya, jalur pipa memiliki fungsi vital dalam mendukung kegiatan operasional migas karena digunakan untuk menyalurkan minyak dan gas. Di sisi lain, keberadaan fasilitas tersebut juga membutuhkan pengawasan dan perlindungan untuk meminimalkan potensi risiko.
“Jalur pipa merupakan bagian penting dalam kegiatan operasi migas. Karena digunakan untuk mengalirkan fluida dan beroperasi pada kondisi tertentu, fasilitas ini perlu kita jaga bersama agar tetap aman serta tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Kurniawan.
Ia menjelaskan, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keamanan fasilitas migas. Warga yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur pipa diharapkan mengetahui keberadaan dan batas area tersebut serta tidak melakukan kegiatan yang berpotensi mengganggu maupun merusak pipa.
Termasuk di antaranya mendirikan bangunan di atas atau terlalu dekat dengan jalur pipa yang dapat menyulitkan proses pemantauan, pemeriksaan, pemeliharaan, maupun penanganan ketika terjadi kondisi darurat.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga area di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi. Apabila menemukan kondisi yang tidak biasa atau aktivitas yang berpotensi mengganggu fasilitas, segera laporkan kepada Pertamina, aparat keamanan, maupun pemerintah setempat,” katanya.
Dalam sesi sosialisasi, tim Health, Safety, Security and Environment (HSSE) Pertamina EP Jambi memaparkan fungsi jalur pipa, berbagai potensi risiko, serta langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk turut menjaga keselamatan di sekitar fasilitas migas.
Warga juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga area di sekitar jalur pipa agar tetap terbuka dan mudah diakses. Kondisi tersebut diperlukan untuk mendukung kegiatan pemantauan, inspeksi, pemeliharaan, hingga respons cepat apabila terjadi keadaan yang berpotensi membahayakan.
Masyarakat diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak fasilitas maupun mendirikan bangunan yang menghambat akses petugas terhadap jalur pipa.
Selain materi terkait pengamanan infrastruktur migas, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi.
Mustari menjelaskan sejumlah faktor yang dapat menjadi pemicu kebakaran serta pentingnya mengenali sumber-sumber risiko sejak dini. Menurutnya, pengetahuan mengenai penyebab kebakaran dapat membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.
Edukasi kemudian dilanjutkan dengan praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Peserta mengikuti simulasi pemadaman api untuk memahami tindakan awal yang dapat dilakukan ketika menghadapi kebakaran, dengan tetap memperhatikan keselamatan diri dan lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara Pertamina EP Jambi, pemerintah daerah, aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat dalam menghadapi potensi keadaan darurat.
Kolaborasi ini dinilai semakin penting, terutama pada periode musim kemarau ketika kondisi lingkungan yang lebih kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Pertamina EP Jambi memandang masyarakat sebagai salah satu unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang aman di sekitar wilayah operasi. Pengetahuan yang memadai mengenai potensi bahaya dan prosedur tindakan awal diharapkan dapat mempercepat proses pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kondisi darurat.
Melalui sosialisasi ini, Pertamina EP Jambi, yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1), berharap kesadaran masyarakat untuk menjaga keselamatan di sekitar jalur pipa dan fasilitas produksi semakin meningkat.
Sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan sekaligus mendukung kelancaran kegiatan operasional migas dan kontribusinya terhadap ketahanan energi nasional.
PT Pertamina EP (PEP) Jambi Field merupakan salah satu wilayah kerja di bawah Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 1 yang menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di Provinsi Jambi.
Kegiatan operasional PEP Jambi berada dalam koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel). Wilayah operasi PEP Jambi mencakup tiga kabupaten/kota, delapan kecamatan, dan 26 desa. (*)






