Radarnesia.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menginisiasi rencana kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan dan Danantara untuk memanfaatkan aset berupa bangunan cagar budaya milik PT Jasa Raharja sebagai museum di kawasan Kota Tua Jakarta.
Menteri Fadli Zon menjelaskan gedung milik Jasa Raharja memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum fotografi sekaligus museum film, yang menjadi bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan destinasi wisata berbasis sejarah.
“Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya. Padahal film merupakan etalase budaya yang sangat efektif karena di dalamnya terdapat berbagai unsur budaya seperti seni peran, teater, tari, musik, bahasa, tradisi lisan, fesyen, hingga kuliner,” kata Fadli Zon, Jumat, 3 April 2026.
Menbud menyampaikan gedung tersebut sangat menarik dengan lokasi yang sangat strategis dan memiliki potensi besar untuk menjadi bagian dari ekosistem kawasan Kota Tua. Menurutnya dengan hadirnya museum fotografi atau museum film, pengunjung nantinya dapat melihat narasi perkembangan perfilman dan fotografi Indonesia.
Menbud menyampaikan Kementerian Kebudayaan akan berkolaborasi dan bersinergi dengan semua kementerian, lembaga, BUMN, swasta, serta para pegiat budaya dan komunitas dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Melalui kolaborasi lintas pihak, aset bersejarah milik BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang produktif dan edukatif.
Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.
“Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Awaluddin.
Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua Jakarta.





