Radarnesia.com – Pemerintah mempercepat pembangunan SMA Unggul Garuda sebagai bagian dari strategi nasional memperluas akses pendidikan berkualitas dan meningkatkan daya saing global sumber daya manusia Indonesia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie menegaskan, program SMA Unggul Garuda merupakan kebijakan strategis yang lahir dari visi Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan seluruh anak bangsa, termasuk dari keluarga kurang mampu, memperoleh pendidikan unggul. “Setiap detail pembangunan ini memiliki dampak jangka panjang bagi masa depan anak-anak kita. SMA Unggul Garuda diperuntukkan bagi siswa dari berbagai latar belakang, terutama yang berprestasi namun memiliki keterbatasan ekonomi,” ujar Stella saat meninjau lokasi pembangunan di Belitung Timur, Bangka Belitung, Rabu (29/4/2026).

Sekolah negeri berasrama ini dirancang dengan skema beasiswa penuh pada tahun pertama operasional, mencakup biaya pendidikan dan asrama selama tiga tahun. Pada tahun berikutnya, sedikitnya 80 persen siswa tetap akan mendapatkan dukungan beasiswa. Skema ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam mendorong pemerataan akses pendidikan berkualitas sekaligus memperkuat mobilitas sosial.

Program SMA Unggul Garuda dijalankan melalui dua pendekatan, yakni pembangunan sekolah baru serta transformasi sekolah yang telah ada. Dalam satu tahun pelaksanaan, program transformasi mencatat capaian signifikan: sebanyak 330 siswa berhasil diterima di 100 perguruan tinggi terbaik dunia, termasuk di Universitas Oxford.

Capaian tersebut menunjukkan peningkatan daya saing global pelajar Indonesia, sekaligus menjadi indikator awal efektivitas kebijakan berbasis hasil (outcome) di sektor pendidikan.

Dalam kunjungannya, Wamen Stella meninjau progres pembangunan fasilitas utama, mulai dari gedung akademik, perpustakaan, hingga asrama putra dan putri yang kini memasuki tahap penyelesaian. Pengawasan proyek dilakukan secara intensif melalui koordinasi lintas pihak guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai sesuai kalender akademik.

Langkah percepatan ini sejalan dengan arah kebijakan “Diktisaintek Berdampak” yang menekankan pada kontribusi nyata pendidikan tinggi, sains, dan teknologi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing bangsa.

Seleksi siswa yang tengah berlangsung juga mencerminkan pemerataan akses, dengan peserta terbaik berasal dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan keterbatasan akses pendidikan.

Wamendiktisaintek mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan SMA Unggul Garuda di Belitung Timur serta mendorong dukungan berkelanjutan dari masyarakat.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal implementasi program ini sebagai bagian dari transformasi pendidikan nasional. Melalui kolaborasi lintas sektor, SMA Unggul Garuda diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga melahirkan generasi unggul yang mampu berkontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia di kancah global.