Radarnesia.com – Langkah tak biasa diambil Ketua DPRD Kabupaten MUARO JAMBI, Aidi Hatta.
Ia mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas kepemimpinan yang digelar di Lembaga Pendidikan Akademi Militer (Akmil), Magelang, Jawa Tengah, Kamis 16 April 2026.
Program ini bukan sekadar pelatihan biasa. Para pimpinan daerah yang ikut serta ditempa dalam lingkungan disiplin tinggi ala militer, dengan tujuan membentuk karakter kepemimpinan yang lebih tegas, tangguh, dan berintegritas.
Dalam pelatihan tersebut, peserta difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, penanaman nilai kedisiplinan untuk memperkuat ketegasan dalam mengambil keputusan.
Kedua, pembangunan jiwa korsa guna menciptakan solidaritas antar pemimpin daerah. Ketiga, penguatan wawasan kebangsaan agar setiap kebijakan yang diambil tetap berlandaskan kepentingan nasional.
Suasana pelatihan di kawasan yang dikenal sebagai “Lembah Tidar” itu terasa berbeda. Tidak hanya materi kelas, peserta juga merasakan langsung pola pembinaan khas militer yang menekankan kedisiplinan waktu, ketahanan mental, serta kerja sama tim.
Kehadiran Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya, menjadi sorotan dalam kegiatan ini. Ia turun langsung memantau jalannya pelatihan, sekaligus memberikan arahan strategis kepada para peserta.
Menurut Bima Arya, kegiatan ini memiliki peran penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Ini bukan sekadar pelatihan rutin, tetapi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang kuat antara pusat dan daerah. Kita ingin tata kelola pemerintahan yang lebih tangguh, transparan, dan berintegritas,” ujarnya.
Partisipasi Aidi Hatta dalam program ini dinilai sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan di daerah. Dengan pembekalan yang diperoleh, diharapkan kinerja DPRD Muaro Jambi ke depan semakin profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelatihan ini juga menjadi sinyal bahwa peningkatan kapasitas pemimpin daerah kini menjadi perhatian serius pemerintah. Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, pemimpin dituntut tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki karakter kuat dan visi kebangsaan yang jelas.
Dengan pengalaman langsung ditempa di Akmil, diharapkan para peserta mampu membawa perubahan nyata di daerah masing-masing, termasuk dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengelolaan aspirasi masyarakat.







