Radarnesia.com – Pengalaman mencekam menimpa penerbangan maskapai Air India rute Phuket ke Delhi ketika turbulensi hebat menerjang pesawat jenis Airbus A320 di tengah perjalanan. Insiden turbulensi Air India yang terjadi pada Senin tersebut mengakibatkan sedikitnya 13 penumpang dan empat awak kabin harus dilarikan ke rumah sakit sesaat setelah mendarat untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Kejadian turbulensi pesawat Air India ini menambah deretan kepanikan dalam dunia penerbangan komersial internasional. Peristiwa jatuhnya ketinggian secara mendadak saat penerbangan Phuket-Delhi tersebut membuat ratusan penumpang terkejut, di mana beberapa di antaranya membentur langit-langit kabin akibat guncangan penerbangan yang sangat kuat sebelum pilot berhasil menguasai keadaan kembali.
Kronologi Mencekam di Udara: Pesawat Anjlok 300 Kaki
Pesawat dengan nomor registrasi VT-EXO tersebut mengangkut total 145 penumpang beserta awak pesawat. Suasana kabin yang semula tenang mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa ketika burung besi itu tiba-tiba meluncur bebas tanpa peringatan awal.
Berdasarkan data penerbangan, pesawat mendadak kehilangan ketinggian sekitar 300 kaki (kurang lebih 91 meter) dalam hitungan detik. Kehilangan gaya angkat yang dramatis ini menciptakan gaya gravitasi negatif yang kuat di dalam kabin.
Seketika itu juga, para penumpang yang tidak mengenakan sabuk pengaman terlempar dari kursi mereka. Benturan keras tak terhindarkan ketika tubuh para penumpang menghantam kompartemen bagasi di atas kepala (overhead bin).
Tidak hanya penumpang, empat awak kabin yang sedang menjalankan tugas melayani penumpang turut melayang dan jatuh terhempas ke lantai kabin akibat kuatnya daya guncang.
Di tengah situasi krisis dan ketegangan tinggi, ketenangan serta profesionalisme kapten pilot menjadi kunci keselamatan seluruh jiwa di dalam pesawat. Pilot berjuang keras mengendalikan kembali kendali penerbangan setelah melintasi titik turbulensi ekstrem yang terdeteksi berada di dekat wilayah udara Odisha, India.
Meski sempat mengalami guncangan dahsyat yang berpotensi merusak struktur penerbangan, pesawat bermesin ganda tersebut hanya mengalami kerusakan ringan pada interior kabin.
Setelah berhasil keluar dari zona cuaca buruk dan menstabilkan instrumen pesawat, tim penerbang memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju destinasi akhir. Pesawat akhirnya berhasil menyentuh landasan pacu Bandara Internasional Indira Gandhi, Delhi, dengan selamat pada pukul 11.07 waktu setempat.
Sesaat setelah pesawat berhenti sempurna di apron bandara, tim medis darurat bersama armada ambulans langsung menyergap ke lokasi untuk melakukan prosedur evakuasi. Petugas medis bergerak cepat memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang mengalami cedera.
Sebanyak 17 korban—terdiri dari 13 penumpang dan 4 awak kabin—segera dirujuk ke rumah sakit terdekat. Sebagian besar korban dilaporkan mengalami luka benturan di kepala, memar pada bagian tubuh, hingga trauma leher akibat guncangan mendadak (whiplash).
Pihak otoritas penerbangan sipil setempat beserta perwakilan maskapai Air India mengonfirmasi bahwa seluruh korban telah menerima penanganan medis intensif, dan kondisi mereka dalam pemantauan ketat.
Insiden turbulensi parah ini kembali menjadi pengingat krusial bagi seluruh pengoperasian transportasi udara global mengenai pentingnya prosedur keselamatan dasar di dalam penerbangan. Turbulensi udara cerah (clear-air turbulence) sering kali terjadi tanpa bisa terdeteksi sepenuhnya oleh radar cuaca pesawat, membuat ketepatan tindakan penumpang menjadi faktor penentu keselamatan. Para pakar keselamatan penerbangan mengimbau kepada seluruh penumpang untuk:
- Selalu mengencangkan sabuk pengaman selama berada di kursi, bahkan ketika lampu petunjuk sabuk pengaman telah dimatikan.
- Memastikan bagasi kabin tertutup rapat agar barang di dalamnya tidak jatuh dan mencederai penumpang saat terjadi guncangan.
- Mematuhi seluruh arahan awak kabin demi meminimalkan risiko cedera fatal ketika pesawat melintasi cuaca buruk.
Hingga berita ini diturunkan, Otoritas Penerbangan Sipil India (DGCA) telah meluncurkan investigasi resmi untuk memeriksa kronologi teknis, kondisi cuaca di sekitar Odisha, serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur penerbangan.
Pihak maskapai juga menyatakan komitmennya untuk kooperatif penuh dalam proses penyelidikan serta memberikan pendampingan penuh bagi seluruh korban yang dirawat.







