Radarnesia.com – TNI Angkatan Darat mengerahkan Kapal ADRI-XCII BM yang dilengkapi fasilitas rumah sakit menuju wilayah terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 19 Agustus 2026.
TNI Angkatan Darat juga mengirim bantuan logistik melalui kapal tersebut untuk mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah NTT yang terdampak gempa.
Kapal ADRI-XCII BM diberangkatkan dengan membawa fasilitas kesehatan sebagai bagian dari dukungan penanganan bagi wilayah yang terdampak bencana gempa.
Selain fasilitas rumah sakit, kapal tersebut turut mengangkut berbagai bantuan logistik yang akan dikirimkan menuju wilayah terdampak di Nusa Tenggara Timur.
Pengerahan kapal menjadi langkah TNI Angkatan Darat untuk mendukung kebutuhan penanganan di lokasi terdampak, terutama melalui dukungan kesehatan dan pengiriman bantuan.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan langsung informasi tersebut saat melepas keberangkatan kapal.
Pelepasan Kapal ADRI-XCII BM berlangsung di Dermaga Markas Satuan Angkatan Perairan (Satangair) Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Dalam pelepasan tersebut, Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa dukungan menuju wilayah terdampak tidak hanya berupa kapal dengan fasilitas rumah sakit.
TNI Angkatan Darat juga menyiapkan kendaraan untuk menunjang kebutuhan bantuan di wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa.
Sebanyak lima truk disiapkan untuk dikirim bersama bantuan menuju wilayah terdampak. Dua ambulans juga diberangkatkan untuk mendukung kebutuhan pelayanan kesehatan.
“Kita juga kirim lima truk dan dua ambulans untuk kebutuhan di sana,” kata Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat pelepasan kapal.
Pengiriman lima truk dan dua ambulans tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI Angkatan Darat melalui keberangkatan Kapal ADRI-XCII BM.
Kehadiran fasilitas rumah sakit di dalam kapal memberikan dukungan tambahan bagi kebutuhan penanganan kesehatan di wilayah terdampak gempa NTT.
Sementara itu, pengiriman logistik melalui kapal diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan di wilayah yang terkena dampak gempa.
Keberangkatan kapal dilakukan dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Pengerahan tersebut menunjukkan bahwa bantuan TNI Angkatan Darat disalurkan melalui dukungan transportasi, fasilitas kesehatan, kendaraan, serta logistik.
Kapal ADRI-XCII BM menjadi sarana pengiriman bantuan dalam satu keberangkatan menuju wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa.
Fasilitas rumah sakit yang dibawa kapal juga menjadi bagian penting dalam dukungan yang disiapkan TNI Angkatan Darat untuk wilayah terdampak.
Selain itu, keberadaan ambulans melengkapi dukungan kesehatan yang dikirimkan bersamaan dengan lima truk untuk kebutuhan di lokasi.
Bantuan tersebut diberangkatkan setelah Maruli Simanjuntak melepas langsung kapal dari Dermaga Satangair Pusbekangad, Jakarta Utara.
Langkah pengiriman bantuan ini mencakup kebutuhan logistik sekaligus dukungan kesehatan melalui fasilitas rumah sakit dan dua ambulans yang turut diberangkatkan.
TNI Angkatan Darat menempatkan dukungan kesehatan sebagai salah satu bagian dari bantuan yang dikirimkan bersama Kapal ADRI-XCII BM.
Pengiriman bantuan menggunakan kapal juga memungkinkan fasilitas rumah sakit dan logistik diberangkatkan secara bersamaan menuju wilayah terdampak di NTT.
Dengan membawa lima truk, dua ambulans, fasilitas rumah sakit, dan bantuan logistik, keberangkatan Kapal ADRI-XCII BM menjadi dukungan TNI AD.
Pelepasan kapal di Tanjung Priok menandai dimulainya pengiriman dukungan menuju wilayah Nusa Tenggara Timur yang terdampak gempa pada 19 Agustus 2026.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memastikan tambahan kendaraan turut dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan di wilayah terdampak tersebut.
Pengiriman ini menjadi bagian dari upaya TNI Angkatan Darat memberikan dukungan melalui fasilitas kesehatan dan bantuan logistik bagi wilayah terdampak gempa NTT.






