Radarnesia.com – SENJA KARSA yang digagas PHR Regional Sumatera Zona 1 melalui Pertamina EP Jambi Field mendorong lansia Desa Kota Karang mengembangkan batik ecoprint sebagai kegiatan produktif bernilai ekonomi.

Batik ecoprint menjadi salah satu fokus pemberdayaan dalam program SENJA KARSA (Semangat Lanjut Usia untuk Berkarya, Sehat, dan Sejahtera), yang menggabungkan aspek kesehatan, aktivitas sosial, kreativitas, serta peluang ekonomi bagi lansia.

Program Community Involvement & Development (CID) tersebut berlangsung di Desa Kota Karang, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, dengan pendekatan Collaborative Active-Aging Ecosystem untuk membangun pemberdayaan lansia secara berkelanjutan.

SENJA KARSA PHR Zona 1 Dorong Lansia Desa Kota Karang Hasilkan Batik Ecoprint Bernilai Jual

Berdasarkan Rapid Assessment 2025, Desa Kota Karang memiliki 2.100 penduduk dengan 175 orang atau sekitar 8,3 persen merupakan lansia yang membutuhkan dukungan layanan kesehatan preventif dan ruang aktivitas produktif.

Senior Officer CID Zona 1, Winda Damelia, menjelaskan SENJA KARSA dikembangkan untuk memperkuat platform Sekolah Lansia Tangguh yang diinisiasi BKKBN/Kemendukbangga Provinsi Jambi melalui model pemberdayaan yang lebih terpadu.

“Kami mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni Healthy Aging melalui pemeriksaan kesehatan rutin, Happy Aging lewat edukasi spiritual dan sosial, serta Creative Aging melalui pemberdayaan ekonomi produktif pembuatan batik ecoprint,” ujar Winda saat Media Field Trip, Jumat (18/9/2026).

SENJA KARSA PHR Zona 1 Dorong Lansia Desa Kota Karang Hasilkan Batik Ecoprint Bernilai Jual

Menurut Winda, kelompok lansia termasuk kelompok rentan yang menjadi perhatian dalam intervensi program. Karena itu, SENJA KARSA tidak hanya menghadirkan kegiatan sosial, tetapi juga membuka ruang bagi lansia untuk berkarya.

Batik Ecoprint Jadi Ruang Kreativitas Lansia

Pelatihan batik ecoprint memanfaatkan daun dan tanaman lokal sebagai bahan pembentuk motif alami pada kain. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan alternatif aktivitas kreatif yang dapat dilakukan lansia secara berkelompok.

Proses pembuatan ecoprint juga diarahkan sebagai terapi seni karena melibatkan aktivitas menyusun bahan, menentukan komposisi motif, serta mengolah tanaman menjadi karya bernilai estetika dan ekonomi.

Pertamina EP Jambi Field kemudian mendorong hasil pelatihan agar tidak berhenti sebagai produk kegiatan pemberdayaan. Karya para lansia diarahkan memasuki tahap pengembangan usaha melalui konsep sociopreneurship berbasis komersial.

Pendampingan mencakup peningkatan kualitas produksi hingga penguatan pemasaran. Strategi tersebut disiapkan agar produk ecoprint memiliki peluang masuk ke pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok pembuatnya.

“Fokus utama kami ke depan adalah pemasaran. Produk batik ecoprint karya para lansia ini nantinya tidak hanya diproduksi saat pelatihan, tetapi benar-benar siap jual,” kata Winda.

Untuk mendukung pemasaran, Pertamina EP Jambi Field menyiapkan konsep aggregator yang melibatkan generasi muda. Mereka diharapkan membantu memperkenalkan dan menjual produk melalui pameran, Car Free Day (CFD), maupun kanal komersial lainnya.

Produktif Sekaligus Memperkuat Interaksi Sosial

SENJA KARSA PHR Zona 1 Dorong Lansia Desa Kota Karang Hasilkan Batik Ecoprint Bernilai Jual

Program SENJA KARSA memberikan ruang bagi lansia untuk tetap aktif berkegiatan dan berinteraksi dengan lingkungan sebayanya. Salah satu anggota kelompok, Yulaini berusia 66 tahun merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.

Yulaini telah mengikuti pelatihan selama dua periode dan terlibat langsung dalam pembuatan batik ecoprint. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman sekaligus membuat dirinya lebih bersemangat menjalani aktivitas bersama kelompok.

“Saya merasa bangga sekali bisa ikut. Hati jadi lebih tenang karena ada kegiatan dan bisa berkumpul bersama teman-teman sebaya,” ujar Yulaini.

Ia menyebut kelompoknya telah menghasilkan 12 lembar kain batik ecoprint sepanjang 2024 hingga 2025. Pembuatan satu lembar kain melibatkan tiga orang dengan waktu pengerjaan sekitar dua hari.

Selain pemberdayaan ekonomi, SENJA KARSA juga memberikan perhatian terhadap kondisi kesehatan lansia. Program ini mencatat partisipasi lansia mencapai 70 persen, sedangkan keterlibatan keluarga lansia berada di angka 50 persen.

Pemeriksaan dan pemantauan kesehatan rutin juga diberikan kepada 55 lansia. Intervensi tersebut tercatat menghasilkan cost avoidance atau penghematan biaya kesehatan masyarakat hingga Rp8 juta setiap tahun.

Diperkuat Kolaborasi Pentahelix

Pelaksanaan SENJA KARSA melibatkan kolaborasi Pentahelix yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, mitra ahli, dan masyarakat. Pola kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.

Unsur pemerintah melibatkan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, dan Pemerintah Desa Kota Karang. Sementara PHR Zona 1 – Pertamina EP Jambi Field berperan dari unsur dunia usaha melalui fungsi CID, SRM, dan Corcomm.

Program tersebut juga menggandeng Shengger Ecoprint sebagai mitra pelatihan batik serta CV Nalatama Solusi Berkarya untuk memberikan edukasi psikologis kepada peserta.

Dukungan akademisi berasal dari Universitas Muhammadiyah Jambi, UIN Jambi, dan Poltekkes Jambi. Kelompok masyarakat yang terlibat mencakup lansia, keluarga lansia, serta kader kesehatan desa.

Program SENJA KARSA juga berkontribusi terhadap pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan kehidupan sehat dan sejahtera,  pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan produksi bertanggung jawab, serta kemitraan.

Pola pemberdayaan tersebut berpotensi dikembangkan ke desa lain di sekitar Struktur Puspa Asri, termasuk Desa Kasang Lopak Alai dan Lopak Alai. Pengembangan tersebut diharapkan memperluas manfaat program bagi kelompok lansia di wilayah sekitar.