Radarnesia.com – Tanaman Obat Keluarga (TOGA) yang selama ini banyak tumbuh di pekarangan rumah mulai dikembangkan menjadi produk yang lebih praktis dan bernilai tambah. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Universitas Jambi mendorong PKK RT 17, Kelurahan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, untuk mengolah TOGA menjadi granul imunostimulan sebagai bagian dari upaya membangun kampung sehat, mandiri berkelanjutan dan produktif.

TOGA Naik Kelas Jadi Granul Imunostimulan, Universitas Jambi Berdayakan PKK RT 17 Pematang Sulur

Kegiatan tersebut mengusung program “Pemberdayaan PKK Pematang Sulur: Inovasi Granul Imunostimulan Berbasis TOGA Menuju Kampung Sehat Mandiri Berkelanjutan dan Produktif”. Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi Universitas Jambi dengan masyarakat dalam mengoptimalkan potensi tanaman lokal melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan inovasi pengolahan.

Tanaman seperti jahe, kunyit, kencur dan sambiloto selama ini relatif mudah ditemukan di lingkungan masyarakat. Namun, pemanfaatannya masih banyak dilakukan secara sederhana, seperti direbus atau diolah menjadi jamu segar. Melalui kegiatan PKM ini, tim Universitas Jambi memperkenalkan alternatif pengolahan TOGA menjadi granul yang lebih praktis, dengan tetap memperhatikan kebersihan, kualitas bahan baku dan proses pengolahan.

Ketua tim PKM, Dr. Madyawati Latief, S.P., M.Si., bersama seluruh anggota tim pengabdian Universitas Jambi memberikan edukasi kepada anggota PKK mengenai potensi TOGA dan cara pengolahannya. Peserta mendapatkan pemahaman mulai dari pemilihan bahan baku, penyiapan tanaman, proses pengolahan, pengeringan, pembentukan granul hingga pengemasan dan penyimpanan.

TOGA Naik Kelas Jadi Granul Imunostimulan, Universitas Jambi Berdayakan PKK RT 17 Pematang Sulur

Dalam kegiatan tersebut, tim juga memperkenalkan prinsip Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Pengenalan prinsip tersebut dilakukan untuk membangun kesadaran peserta mengenai pentingnya kebersihan dan konsistensi dalam setiap tahapan pengolahan. Tidak hanya menerima materi, anggota PKK juga terlibat langsung dalam praktik. Peserta mengikuti tahapan pengolahan secara bertahap dengan didampingi tim PKM Universitas Jambi. Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Peserta diberi kesempatan untuk bertanya, mencoba proses pengolahan dan berdiskusi mengenai pemanfaatan TOGA yang dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga.

Seluruh anggota tim PKM Universitas Jambi terlibat dalam proses edukasi, demonstrasi dan pendampingan praktik. Pendampingan dilakukan agar peserta tidak hanya mengetahui manfaat TOGA, tetapi juga memiliki keterampilan dasar untuk mengolahnya secara lebih baik. Menurut tim PKM Universitas Jambi, keterlibatan aktif masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan program. Karena itu, PKK RT 17 tidak ditempatkan hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra yang diharapkan mampu melanjutkan pemanfaatan TOGA setelah kegiatan selesai. Untuk mendukung keberlanjutan program, tim PKM juga menyediakan buku saku produksi sederhana berbasis CPOTB. Buku tersebut dapat digunakan sebagai panduan ketika anggota PKK melakukan kembali proses pengolahan secara mandiri. Selain meningkatkan keterampilan, program ini diharapkan dapat membuka wawasan masyarakat mengenai potensi ekonomi dari tanaman yang tersedia di lingkungan sekitar.

TOGA yang sebelumnya hanya digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dapat dikembangkan menjadi produk olahan melalui inovasi sederhana. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang tepat, pemanfaatan tanaman lokal diharapkan dapat memberikan nilai tambah sekaligus mendorong produktivitas masyarakat. Untuk mengetahui perkembangan hasil kegiatan, tim PKM Universitas Jambi melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan praktik, evaluasi produk serta pemanfaatan buku saku. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan.Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Universitas Jambi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian ini yang didukung oleh LPPM Universitas Jambi dengan pendanaan dari Program Hibah Dana PNBP tahun 2026, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat. Kolaborasi Universitas Jambi dan PKK RT 17 Pematang Sulur diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan pemanfaatan TOGA secara berkelanjutan. Ke depan, program tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang semakin mampu mengoptimalkan potensi lingkungan, meningkatkan keterampilan pengolahan serta mengembangkan kegiatan produktif berbasis rumah tangga. Dengan semangat “TOGA naik kelas, masyarakat semakin berdaya,” Universitas Jambi bersama PKK RT 17 Pematang Sulur terus mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampung yang sehat, mandiri dan produktif.

Untuk mengetahui perkembangan hasil kegiatan, tim PKM Universitas Jambi melakukan evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi keterampilan praktik, evaluasi produk serta pemanfaatan buku saku. Evaluasi tersebut dilakukan untuk melihat perubahan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti rangkaian kegiatan.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran Universitas Jambi dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian ini yang didukung oleh LPPM Universitas Jambi dengan pendanaan dari Program Hibah Dana PNBP tahun 2026, perguruan tinggi tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan dan penelitian, tetapi juga menghadirkan inovasi yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat. Kolaborasi Universitas Jambi dan PKK RT 17 Pematang Sulur diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan pemanfaatan TOGA secara berkelanjutan.

Ke depan, program tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat yang semakin mampu mengoptimalkan potensi lingkungan, meningkatkan keterampilan pengolahan serta mengembangkan kegiatan produktif berbasis rumah tangga. Dengan semangat “TOGA naik kelas, masyarakat semakin berdaya,” Universitas Jambi bersama PKK RT 17 Pematang Sulur terus mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari upaya mewujudkan kampung yang sehat, mandiri dan produktif.