Radarnesia.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena asap karhutla dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari masalah pernapasan hingga iritasi pada mata dan kulit.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati, menjelaskan bahwa dampak asap karhutla tidak hanya terbatas pada sistem pernapasan. Paparan asap juga berisiko menimbulkan gangguan pada organ tubuh lainnya serta memperburuk kondisi kesehatan masyarakat yang memiliki penyakit kronis.

“Asap karhutla tidak hanya berdampak pada saluran pernapasan, tetapi juga menyebabkan iritasi mata dan kulit serta memperburuk penyakit kronis,” ujar Widyawati.

Peringatan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tidak mengabaikan kualitas udara, terutama ketika kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kabut asap menyelimuti permukiman.

Dampak Asap Karhutla bagi Kesehatan

Asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel serta berbagai zat yang dapat membahayakan kesehatan apabila terhirup. Paparan asap dalam jumlah tinggi maupun dalam waktu berkepanjangan dapat meningkatkan risiko munculnya keluhan kesehatan.

Salah satu dampak yang perlu diwaspadai adalah gangguan pada saluran pernapasan. Masyarakat dapat mengalami batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, hingga sesak napas, terutama ketika kualitas udara memburuk.

Selain itu, partikel asap yang mengenai mata dapat menyebabkan iritasi, rasa perih, dan kemerahan. Kulit juga berpotensi mengalami iritasi akibat paparan polutan yang terbawa asap.

Kelompok masyarakat yang memiliki penyakit kronis, khususnya gangguan pernapasan dan penyakit jantung, perlu memberikan perhatian lebih terhadap kondisi udara di lingkungan tempat tinggalnya.

Anak-anak, lanjut usia, serta ibu hamil juga perlu lebih berhati-hati karena dapat lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Cara Melindungi Diri dari Paparan Asap Karhutla

Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat asap karhutla, masyarakat disarankan membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Jika harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker yang sesuai dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya. Namun, tingkat perlindungan bergantung pada jenis masker, kesesuaian pemakaian, dan kondisi paparan.

Masyarakat juga dapat melakukan sejumlah langkah pencegahan berikut:

  1. Pantau kualitas udara. Periksa informasi kualitas udara dari sumber resmi sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.
  2. Kurangi aktivitas luar ruangan. Batasi olahraga dan kegiatan fisik berat ketika udara dipenuhi asap.
  3. Tutup pintu dan jendela. Upayakan agar asap tidak mudah masuk ke dalam rumah.
  4. Jaga kebersihan lingkungan dalam ruangan. Hindari aktivitas yang menambah polusi di dalam rumah, seperti membakar sampah atau merokok.
  5. Perhatikan kondisi kesehatan. Segera cari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan berat lainnya.

Bagi masyarakat yang memiliki penyakit kronis, penting untuk mengikuti anjuran tenaga kesehatan dan memastikan obat-obatan yang diperlukan tersedia.

Masyarakat Diminta Tidak Mengabaikan Gejala

Paparan asap karhutla dapat menimbulkan dampak kesehatan yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, masyarakat perlu mengenali gejala yang muncul dan segera mengambil tindakan apabila kondisi tubuh memburuk.

Keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi mata yang semakin parah sebaiknya tidak diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan apabila gejala tidak membaik atau terasa semakin berat.

Kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko kesehatan selama karhutla berlangsung. Dengan membatasi paparan asap, memantau kualitas udara, dan menerapkan langkah perlindungan yang tepat, risiko gangguan kesehatan dapat ditekan.

Imbauan Kemenkes ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga kesehatan selama terjadi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap waspada serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga hingga kualitas udara kembali membaik.