Radarnesia.com – AC Milan menyatakan dukungan terhadap keputusan kelompok suporter Curva Sud untuk memboikot pertandingan tandang melawan Udinese yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 25 Oktober 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk protes terhadap harga tiket yang dinilai terlalu mahal bagi pendukung tim tamu.

Keputusan ini menjadi sorotan karena melibatkan salah satu kelompok suporter fanatik AC Milan. Curva Sud menilai harga tiket pertandingan tandang seharusnya tetap terjangkau agar para pendukung dapat memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan mereka di stadion lawan.

Pertandingan Udinese melawan AC Milan akan berlangsung di Bluenergy Stadium, Udine. Namun, tingginya harga tiket di sektor khusus suporter tim tamu memicu kekecewaan dan mendorong kelompok suporter tersebut mengambil langkah boikot.

Harga Tiket Tandang AC Milan Capai 65 Euro

Salah satu alasan utama di balik aksi boikot ini adalah harga tiket sektor tandang yang ditetapkan sebesar 65 euro atau sekitar 73 dolar AS.

Nilai tersebut dianggap terlalu tinggi dibandingkan harga yang biasanya diberlakukan kepada suporter klub lain. Kondisi ini memunculkan keberatan dari Curva Sud yang menilai kebijakan harga tiket tersebut memberatkan pendukung yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung.

Bagi suporter sepak bola, pertandingan tandang bukan sekadar kesempatan menonton tim kesayangan. Kehadiran mereka di stadion juga menjadi bentuk dukungan moral kepada para pemain yang berjuang meraih kemenangan di kandang lawan.

Karena itu, harga tiket yang dinilai tidak wajar dapat menghambat partisipasi suporter dalam mendukung klub kesayangan mereka.

Curva Sud Umumkan Boikot Melalui Media Sosial

Curva Sud menyampaikan keputusan untuk tidak menghadiri pertandingan tandang melawan Udinese melalui pernyataan di media sosial.

Dalam pengumuman tersebut, persoalan harga tiket menjadi alasan utama yang mendasari aksi protes. Boikot dipilih sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dianggap kurang berpihak kepada suporter tim tamu.

Aksi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana kelompok pendukung dapat menggunakan langkah kolektif untuk menyuarakan keberatan terhadap kebijakan yang berkaitan dengan akses menonton pertandingan sepak bola.

Meski demikian, keputusan boikot tersebut tidak berarti pertandingan akan dibatalkan. Laga Udinese kontra AC Milan tetap dijadwalkan berlangsung sesuai agenda, sementara aksi protes ditujukan pada kebijakan harga tiket sektor tandang.

AC Milan Berikan Dukungan kepada Suporter

Sikap AC Milan yang mendukung keputusan Curva Sud menjadi bagian penting dari perkembangan persoalan ini.

Dukungan klub menunjukkan bahwa masalah harga tiket tandang tidak hanya menjadi perhatian kelompok suporter, tetapi juga menyangkut hubungan antara klub dan para pendukungnya.

Dalam sepak bola modern, harga tiket kerap menjadi perbincangan karena berkaitan langsung dengan akses masyarakat untuk menyaksikan pertandingan. Bagi suporter yang rutin mengikuti laga tandang, biaya perjalanan dan akomodasi juga dapat menambah pengeluaran di luar pembelian tiket.

Oleh sebab itu, penetapan harga tiket yang dianggap terlalu tinggi berpotensi memengaruhi jumlah pendukung yang hadir di stadion.

Pertandingan melawan Udinese pun menjadi perhatian bukan hanya karena persaingan di lapangan, tetapi juga akibat polemik harga tiket yang memicu aksi boikot.

Ke depan, persoalan keterjangkauan tiket tandang berpotensi kembali menjadi bahan diskusi di kalangan klub, penyelenggara pertandingan, dan kelompok suporter. Bagi para pendukung, harga yang wajar menjadi salah satu faktor penting agar mereka tetap dapat memberikan dukungan langsung kepada tim kesayangan.