Radarnesia.com – Google kedapatan sedang melakukan perubahan besar-besaran di aplikasi Gemini. Perubahan ini terlihat besar karena menyentuh halaman utama, kotak prompt, menu tools, hingga pengalaman pengguna.
Desain baru aplikasi Gemini ini sudah mulai diterima pada sebagian pengguna iOS. Namun, pembaruan ini masih belum tersedia untuk semua pengguna secara global.
Perubahan paling jelas tampak di halaman utama aplikasi AI milik Google tersebut. Perusahaan kini pakai kotak prompt berbentuk pill yang terlihat lebih ringkas.
Tombol input suara dan Gemini Live pun ditempatkan di sisi kanan, sementara tombol “plus” dipakai untuk membuka berbagai opsi tambahan lainnya di aplikasi, Senin (4/5/2026).
Saat tombol plus di tap, pengguna akan melihat panel dari bawah layar. Di dalamnya terdapat carousel untuk menu. Photos, Camera, dan gambar terbaru. Raksasa mesin pencari itu juga menaruh opsi Files, Notebooks, dan More uploads di bagian bawah panel.
Susunan ini membuat aplikasi Gemini terasa lebih praktis. Pengguna tidak perlu berpindah terlalu jauh saat ingin mengunggah gambar, membuka kamera, atau menambahkan file ke dalam percakapan.
Google juga menata ulang daftar tools di aplikasi Gemini untuk Android dan iOS ini. Fitur seperti Images, Videos, Music, Canvas, Deep Research, dan Guided Learning kini muncul di dalam satu daftar dengan deskripsi singkat.
Di halaman utama, sapaan Gemini juga ikut berubah. Aplikasi kini menampilkan kalimat “Hi [nama], apa yang sedang kamu pikirkan?” di tengah layar, lengkap dengan ikon Gemini di bagian atas.
Tampilan Baru Aplikasi Gemini
Perubahan visual paling mencolok datang dari latar belakang baru aplikasi. Google memakai efek gradien berwarna yang tampak bergerak dan berdenyut. Saat mengetikkan prompt, efek ini terlihat lebih menonjol dan membuat tampilan aplikasi terasa lebih hidup.
Google juga mengembalikan model picker ke pojok kiri atas dalam bentuk dropdown. Di area ini, pengguna bisa memilih model Gemini yang ingin digunakan.
Selain itu, Google juga memakai set ikon baru dengan garis tipis dan sudut membulat. Perubahan ini membuat tampilan aplikasi terlihat lebih bersih dan konsisten dengan arah desain baru yang sedang diuji.
Bagian navigasi ikut berubah. Tombol temporary chat tetap tersedia, sementara account switcher dipindah ke bagian bawah navigation drawer.
Di dalam chat, opsi “See thinking steps” kini dipindahkan ke menu overflow. Saat dibuka, proses berpikir Gemini akan muncul dalam bentuk bottom sheet. Perubahan ini membuat tampilan percakapan terlihat lebih bersih.
Untuk iOS, desain baru Gemini App juga memanfaatkan elemen Liquid Glass. Tampilan ini membuat antarmuka terasa lebih transparan dan menyatu dengan gaya visual iOS terbaru.
Namun, belum jelas apakah tampilan serupa akan hadir dengan pengalaman yang sama di Android. Untuk saat ini, laporan soal desain baru Gemini App masih terbatas dan belum semua pengguna mendapatkannya.
Google Gemini Kini Bisa Sinkronisasi dan Ekspor Dokumen Secara Instan
Google meningkatkan fungsionalitas asisten kecerdasan buatan(AI) miliknya, Gemini, dengan kemampuan pembuatan dokumen secara langsung.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk menghasilkan berbagai format file populer hanya melalui perintah teks (prompt), tanpa perlu melakukan proses salin-tempel yang merepotkan.
Langkah ini diambil Google untuk memangkas hambatan administratif dalam alur kerja digital.
“Fitur baru ini akan memudahkan Anda memindahkan pekerjaan ke berbagai aplikasi berbeda,” tulis Google dalam keterangan resminya.
Gemini tidak hanya memberikan jawaban dalam bentuk teks di kolom percakapan, tetapi juga mampu mengonversi informasi tersebut ke dalam format dokumen profesional.
Berikut adalah daftar format yang didukung:
– Google Workspace: Docs, Sheets, dan Slides.
– Dokumen Standar: .pdf, .docx, .xlsx, .csv, dan Rich Text Format (RTF).
– Format Teknis: LaTeX, Plain Text (TXT), dan Markdown (MD).
Mudah Diakses
Mudah DiaksesFitur ini telah digulirkan secara global dan dapat dinikmati seluruh pengguna Gemini. Mekanismenya pun dirancang sangat sederhana–setelah pengguna memberikan instruksi dan Gemini memproses konten tersebut–sistem akan menawarkan opsi untuk langsung mengunduh file ke perangkat atau mengekspornya ke Google Drive.
Inovasi ini dinilai sebagai solusi bagi para profesional yang sering kali harus memformat ulang hasil riset atau draf tulisan dari AI ke aplikasi pengolah kata pihak ketiga.
Dengan dukungan format yang luas, mulai dari kebutuhan akuntansi (.csv/.xlsx) hingga penulisan akademik (LaTeX), Gemini berupaya menjadi pusat produktivitas yang lebih terintegrasi dalam ekosistem kerja digital.
Pengguna sudah dapat mencoba fitur ini melalui antarmuka Gemini, baik di perangkat mobile maupun desktop.












