Scroll untuk baca artikel
Nusantara

Ketua DPRD Jambi Minta Pihak Terkait Periksa Kondisi Jembatan Aurduri I yang Ditabrak Tongkang Batubara

×

Ketua DPRD Jambi Minta Pihak Terkait Periksa Kondisi Jembatan Aurduri I yang Ditabrak Tongkang Batubara

Sebarkan artikel ini
Ketua Dprd Jambi Minta Pihak Terkait Periksa Kondisi Jembatan Aurduri I Yang Ditabrak Tongkang Batubara

RADARNESIA.COM – Pihak Kapal tongkang pengangkut batubara yang menabrak tiang jembatan Aurduri I diminta bertanggung jawab. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto.

Dikatakannya, pihak terkait harus memproses dan meminta ada pertanggungjawaban atas kejadian ini. Edi pun meminta kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IV Provinsi Jambi agar segera melakukan pemeriksaan visual terkait dengan kondisi terkini jembatan akibat patahnya tiang penyangga.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

“Pertama, minta ini diproses dan pihak tongkang harus bertanggungjawab. Kita minta pihak BPJN lakukan kajian bagaimana kondisi jembatan setelah tiang penyangga ini patah, dan ini harus segera di lakukan, melihat sejauh mana kelayakan jembatan ini,” kata Edi.

Lanjut Edi Purwanto, bahwa kajian ini perlu dilakukan menginggat jembatan Aurduri 1 menjadi akses darat penghubung Kota Jambi dan Muaro Jambi, yang juga menjadi jalur utama dengan keramaian masyarakat berkendara melintasi jembatan Aurduri 1. Adapun terkait dengan akses jalur sungai menjadi jalur batubara, dirinya sudah mengingatkan agar hal ini diperhitungkan secara matang. Bahkan, Edi Purwanto menyebut bahwa dalam beberapa kali kesempatan rapat, Ia meminta harus ada kajian terkait kondisi arus sungai batanghari.

“Ya saya juga pernah sampaikan, bahwa soal jalur sungai itu perlu kajian yang matang, termasuk kajian arus sungainya, debit air, pasang surut dan itu perlu di perhitungkan. Karena apa, yang misalnya ini kondisi arus sungai deras bisa saja kapal tongkang ini nabrak, termasuk nabrak jembatan,”katanya.

“Kemudian juga harus ada yang mengawasi, harus ada yang mengatur bagaimana skema waktu lalu lintas tongkang di sungai. Apakah ini ada dan berjalan atau tidak, ini juga perlu di lihat,”tambahnya.

Edi Purwanto meminta kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap kapal-kapal tongkang yang saat ini melakukan aktivitas di jalur sungai batanghari. Evaluasi yang dimaksud terkait dengan ukuran serta daya tampung kapal tongkang.

“Kita minta evaluasi juga bagaimana ukuran dari kapal tongkang ini, dilihat gimana dengan lebar jembatan atau tiang jembatan, kondisi sungai, sesuai tidak. Karena ini bukan pertama kalinya kapal tongkang tabrak jembatan, jadi ini harus di evaluasi,”pungkasnya. ***