Radarnesia.com – BPJS Kesehatan meluncurkan program Layanan di Ujung Negeri (LANURI) sebagai upaya mendekatkan pelayanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) kepada masyarakat hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito mengatakan, LANURI merupakan wujud komitmen BPJS Kesehatan untuk memastikan tidak ada peserta JKN yang tertinggal dalam memperoleh pelayanan, termasuk masyarakat yang berada di wilayah dengan tantangan geografis.
Melalui layanan tersebut, sebanyak 11.160 peserta JKN telah memperoleh manfaat secara langsung di 558 titik layanan yang tersebar di 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. “Tidak boleh ada satu pun peserta JKN yang tertinggal untuk memperoleh pelayanan,” ujarnya saat peluncuran LANURI di Jakarta, Senin (13/7/2026).
Menurutnya, luasnya wilayah Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau menjadi salah satu tantangan dalam memastikan akses pelayanan JKN dapat menjangkau seluruh masyarakat. Karena itu, BPJS Kesehatan menghadirkan layanan yang semakin dekat, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta.
LANURI diwujudkan melalui dua bentuk layanan, yakni BPJS Keliling dan layanan berbasis video call atau Virtual Office Layanan Peserta (Viola). BPJS Keliling hadir di 179 titik layanan dan telah melayani 3.580 peserta, sedangkan layanan Viola dilaksanakan di 379 titik dan dimanfaatkan oleh 7.580 peserta.
Disebutkan lebih rinci, BPJS Keliling hadir di berbagai lokasi strategis melalui kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Layanan tersebut mencakup 96 fasilitas kesehatan TNI yang melayani 1.920 peserta, tujuh fasilitas kesehatan Polri dengan 140 peserta, serta 16 desa wisata yang melayani 320 peserta. Selain itu, BPJS Keliling hadir di 60 lokasi lainnya, meliputi kecamatan, kelurahan, desa, dan puskesmas, dengan jumlah penerima layanan mencapai 1.200 peserta.
Sementara itu, layanan viola menjangkau 17 lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan 340 peserta dan 14 desa wisata dengan 280 peserta. Layanan serupa juga hadir di 348 lokasi lainnya yang mencakup kecamatan, kelurahan, desa, dan puskesmas, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 6.960 peserta.
Dalam kesempatan tersebut, BPJS Kesehatan juga menyampaikan bahwa cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 98,6 persen atau telah memenuhi cakupan kesehatan semesta (Universal Health Coverage/UHC).
Namun, tingkat keaktifan peserta masih berada di kisaran 80,6 persen. Sementara itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) menargetkan tingkat keaktifan peserta mencapai 83,5 persen pada 2029.
Untuk mencapai target tersebut, BPJS Kesehatan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. “Menaikkan satu persen saja bukan pekerjaan mudah. Kami memohon bantuan dan dukungan seluruh stakeholder,” katanya.
Selain LANURI, BPJS Kesehatan juga menjalankan sejumlah program Quick Win untuk memperkuat pelayanan dan kepesertaan JKN. Program tersebut sekaligus disinergikan dengan berbagai program prioritas pemerintah, antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta pelayanan JKN di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Pelayanan di daerah 3T diarahkan untuk menjangkau wilayah yang belum memiliki fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat. Sekitar 500 titik telah ditetapkan pada 2025 dan jumlahnya ditargetkan meningkat menjadi sekitar 615 titik pada 2026.
BPJS Kesehatan juga mendukung pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan melalui pembiayaan pelayanan kesehatan, termasuk mendukung misi pelayanan Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga ke pulau-pulau terpencil.
Di sisi lain, kemudahan akses peserta terus diperkuat melalui berbagai kanal layanan, seperti Care Center 165, Mobile JKN, dan PANDAWA. Kanal tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperoleh solusi atas kendala pelayanan maupun administrasi kepesertaan secara lebih cepat.
BPJS Kesehatan menegaskan bahwa berbagai program Quick Win yang dilaksanakan selama 100 hari terakhir bukanlah akhir dari proses transformasi pelayanan. “Quick Win bukanlah akhir, melainkan fondasi untuk membangun transformasi yang berkelanjutan. Apa yang kita luncurkan hari ini harus terus kita jaga, evaluasi, dan kembangkan agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat,” kata Pujowaskito.
Melalui LANURI dan penguatan berbagai kanal pelayanan, BPJS Kesehatan berharap manfaat Program JKN dapat semakin nyata dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan kesehatan.







