Sejumlah Tokoh Lintas Agama Serukan Pemilu Damai, Jurdil dan Bermartabat

Img 20231206 Wa0005

RADARNESIA.COM – Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) mendesak terselenggaranya Pemilihan Umum (Pemilu) tepat waktu, aman, damai, jujur, adil, bebas, rahasia, transparan dan bermartabat. Demikian seruan FPID yang disampaikan dari Gereja Katedral, Jakarta, Rabu (6/12/2023).

Acara itu dihadiri Dr. KH. Marsyudi Syuhud (Pimpinan Agama Islam), Mayjen (Purn) Wisnu Bawa Tenaya (Pimpinan Agama Hindu), Prof. Dr. KH. Abdul Mu’ti (Pimpinan Agama Islam), Prof. Philip K. Wijaya (Pimpinan Agama Buddha), Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo (Pimpinan Agama Katolik), Xs. Budi S. Tanuwibowo (Pimpinan Agama Khonghucu), Pdt. Gomar Gultom (Pimpinan Agama Kristen), dan Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pimpinan Spiritual Nusantara).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Dewan Pers Pastikan Tak Ada Debat saat Capres-Cawapres Deklarasi Kemerdekaan Pers

Pernyataan sikap FPID dibacakan secara bergantian oleh para tokoh agama. Mereka mendesak terwujudnya netralitas penyelenggara Pemilu, netralitas aparatur negara, netralitas aparatur pemerintah dan netralitas aparatur desa/Kelurahan dalam pelaksanaan Pemilihan Presiden/Wakil Presiden dan Pemilihan Legislatif.

Para tokoh agama itu menjaga dan mewujudkan stabilitas sosial, stabilitas politik dan stabilitas keamanan nasional, serta menghentikan, mencegah dan menghindari berbagai upaya adu domba, penyebarluasan berita bohong (hoax) yang berpotensi memecah-belah bangsa dan menghentikan aktivitas dan skenario konflik sosial dan konflik politik yang bisa mengarah pada situasi destruktif dan chaos.

Baca Juga:  Ibu Kota Nusantara Jadi Kota Paling Diincar Investor Sektor Properti

Mereka mendesak membangun kesiapsiagaan nasional untuk mewaspadai berbagai kemungkinan turbulensi politik dan berbagai ancaman, tantangan, gangguan dan hambatan keamanan, yang berbahaya dan merugikan kepentingan Nasional.

Mendesak pemulihan rasa keadilan untuk rakyat, membersihkan imstitusi Penegak hukum dari unsur KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme), serta melakukan pengawalan berbagai upaya penegakan hukum, sesuai dengan amanat perundang undangan dan hati nurani rakyat.

Baca Juga:  Latihan Bersama TNI AL - US Navy Tingkatkan Kemampuan Operasi Udara Maritim

FPID juga mendorong terwujudnya “Rekonsiliasi Nasional” dan keakraban diantara para pemimpin nangsa, pemimpin agama dan para pemimpin politik untuk menyelamatkan kehidupan bangsa, kehidupan demokrasi yang beretika.

Menyerukan kepada semua Warga bangsa untuk menggelorakan doa dan menggerakkan kekuatan spiritual demi dan untuk keselamatan bangsa dan negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Mengajak seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat tradisi di seluruh Indonesia, untuk merapatkan barisan, memperkokoh serta meneguhkan solidaritas sosial dan solidaritas kebangsaan, sebagai gerakan Indonesia damai di semua tingkatan, secara terpadu dan berkelanjutan,” Marsyudi menambahkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *