RADARNESIA.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mengakselerasi upaya penanganan banjir secara berkelanjutan. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyerahkan secara langsung Uang Ganti Kerugian (UGK) Tahap II terkait pengadaan tanah Pembangunan Drainase Utama dan Revitalisasi Drainase Sungai Asam, Selasa (21/7/2026).

Kegiatan penyerahan yang berlangsung secara simbolis di Aula BKPSDMD Kota Jambi tersebut ditandai dengan penandatanganan surat pernyataan pelepasan hak atas tanah oleh para warga penerima.

Langkah ini menjadi komitmen nyata Pemkot Jambi dalam menjamin perlindungan hak-hak masyarakat, sekaligus mempercepat realisasi infrastruktur pengendalian banjir di sepanjang aliran Sungai Asam.

Alokasi Rp33 Miliar dari Dana Pusat Lewat Bank BTN

Pada pembayaran Tahap II ini, UGK disalurkan kepada 19 pemilik Nomor Identifikasi Bidang Sementara (NIS) dengan total luas lahan mencapai 4,5 hektare. Nilai ganti rugi yang dikucurkan pada tahap ini sebesar Rp33 miliar, dari total keseluruhan anggaran pengadaan tanah yang mencapai Rp45 miliar.

Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa sumber pendanaan UGK Tahap II ini berasal dari pemerintah pusat yang didistribusikan melalui Bank BTN.

“Sebelumnya kolaborasi Pemprov dan Pemkot telah dilakukan pada Tahap I dengan pembayaran luas lahan lebih dari 3 hektare,” ujar Maulana.

Seluruh tahapan pengadaan tanah dipastikan berlangsung secara transparan, adil, dan berlandaskan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Target Rampung Tahun Ini, Diklaim Atasi 60% Masalah Banjir

Penuntasan pembebasan lahan ini dinilai sangat krusial untuk menggenjot pembangunan kolam retensi (danau buatan) yang saat ini tengah digarap oleh Balai Wilayah Sungai.

Maulana optimistis, jika proyek ini rampung, dampak signifikan terhadap penanggulangan banjir akan segera dirasakan oleh masyarakat Kota Jambi.

“Danau ini manfaatnya besar, karena akan menyelesaikan 60% masalah banjir di kawasan sepanjang sistem Sungai Asam. Kami targetkan tahun ini bisa selesai,” tegasnya.

Investasi Jangka Panjang Pengendalian Banjir

Revitalisasi Drainase Sungai Asam merupakan salah satu proyek prioritas Pemkot Jambi untuk mengatasi persoalan genangan air yang kerap mengintai pemukiman warga.

Maulana menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada warga yang bersikap kooperatif dan mendukung jalannya proyek strategis daerah ini.

“Pembangunan ini bukan sekadar membangun saluran drainase, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan Kota Jambi yang lebih aman, nyaman, dan tangguh terhadap banjir,” tuturnya.

Ia memungkas bahwa sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci utama suksesnya pembangunan daerah.

“Kami berharap proses ini dapat menjadi contoh bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan perlindungan hak masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan warga menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kota Jambi,” tutup Maulana.