RADARNESIA.COM – Kawasan Jambi Business Center (JBC) kembali mempertegas posisinya sebagai episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Jambi. Momentum ini ditandai dengan peresmian Grand Opening Elite Textile & Tailor pada Rabu (7/1/2026). Kehadiran gerai tekstil premium ini bukan sekadar ekspansi bisnis biasa, melainkan simbol kepercayaan investor terhadap daya beli masyarakat Kota Jambi yang terus meroket di tengah transformasi kota menjadi pusat jasa yang modern.

Acara peresmian ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh jajaran petinggi daerah. Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, hadir langsung untuk melakukan prosesi gunting pita. Ia didampingi oleh Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, S.E., serta tamu kehormatan dari Jawa Barat, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi, Sarwin Edi Saputra. Kehadiran para tokoh legislatif lintas daerah ini memberikan sinyal kuat bahwa iklim investasi di Kota Jambi berada dalam kondisi yang sangat sehat dan menjanjikan.

Dalam sambutan hangatnya, Wali Kota Maulana memaparkan visi strategis mengenai masa depan ekonomi kota. Ia menjelaskan bahwa Kota Jambi bukan lagi sekadar ibukota provinsi, melainkan pusat perputaran uang yang masif karena pergerakan penduduknya yang dinamis.

“Kita harus melihat realita bahwa saat siang hari, jumlah manusia di Kota Jambi bisa mencapai jutaan jiwa. Mereka datang dari berbagai kabupaten tetangga untuk beraktivitas, berbelanja, dan mencari jasa. Ini adalah potensi pasar yang luar biasa besar,” ujar Maulana dengan nada optimistis.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa konektivitas infrastruktur, terutama dengan selesainya proyek jalan tol, akan menjadi game changer bagi ekonomi lokal. Akses yang kian mudah dari luar provinsi akan membuat Kota Jambi semakin terbuka. “Bisa jadi nanti warga dari luar provinsi pun masuk ke sini karena jarak tempuh yang semakin singkat. Itulah mengapa kami sangat mendukung dan menghamparkan ‘karpet merah’ bagi para investor, apa pun sektor usahanya,” tegasnya.

Sinergi Budaya Melayu dan Gaya Hidup Modern

​Salah satu poin menarik yang disampaikan Maulana adalah bagaimana sektor fashion bersinggungan erat dengan identitas budaya lokal. Masyarakat Melayu Jambi dikenal sangat menjunjung tinggi etika berbusana, terutama dalam tradisi menghadiri hajatan atau ‘kondangan’ yang rutin terjadi setiap akhir pekan.

Maulana berencana mengawinkan pengembangan kawasan JBC dengan pelestarian budaya Melayu. Menurutnya, berbusana rapi dan elegan adalah bagian dari gaya hidup masyarakat Jambi. “Kehadiran Elite Textile ini menjadi penambah warna. Di Jambi, penampilan adalah prioritas, apalagi untuk acara adat dan pesta. Dengan adanya pilihan kain berkualitas di sini, masyarakat memiliki lebih banyak referensi untuk tampil maksimal,” tambahnya.

Wali Kota juga menitipkan pesan khusus kepada Darsen Singh, sang pemilik Elite Textile & Tailor. Ia meminta agar aspek pelayanan menjadi prioritas utama. “Saya berpesan kepada Pak Darsen, berikanlah pelayanan terbaik. Jika masyarakat merasa puas dengan kualitas jahitan dan bahannya di sini, maka uang akan berputar di Jambi saja. Warga kita tidak perlu lagi jauh-jauh belanja jas atau kain ke Jakarta, apalagi ke luar negeri,” tuturnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Senada dengan Wali Kota, Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, melihat kehadiran unit usaha baru ini sebagai angin segar bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, suksesnya sebuah kota dilihat dari seberapa berani investor luar masuk dan menanamkan modalnya.

“Hari ini tantangan itu terjawab secara eksklusif. Kota Jambi makin digemari investor dari luar, dan Elite Textile adalah buktinya. Ini akan berdampak langsung pada PAD kita. Jika investasi lancar dan ekonomi bergerak, maka visi ‘Kota Jambi Bahagia’ yang diusung pasangan Maulana-Diza akan semakin nyata dirasakan masyarakat,” jelas Kemas Faried.

Kemas Faried juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas dan produk yang tersedia di JBC. Ia mendorong masyarakat untuk mencintai produk dan jasa yang tersedia di dalam kota sendiri guna memperkuat fundamental ekonomi lokal. “Kami di legislatif memastikan bahwa regulasi akan selalu mendukung kemudahan berusaha. Kami ingin JBC menjadi magnet ekonomi yang membuat warga Jambi bangga,” pungkasnya.

​Dukungan tak terduga datang dari Sarwin Edi Saputra, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Bekasi. Sebagai tokoh yang terbiasa dengan iklim bisnis di kawasan Jabodetabek, ia mengaku terkesan dengan perkembangan pesat Kota Jambi di bawah kepemimpinan Maulana.

“Saya melihat Jambi berkembang sangat pesat. Kehadiran Elite Textile & Tailor di komplek JBC ini sekelas dengan butik-butik premium di Jabodetabek. Saya hadir di sini untuk memberikan dukungan moral dan melihat potensi kolaborasi antar-daerah di sektor perdagangan tekstil,” ungkap Sarwin. Ia menilai Jambi memiliki potensi untuk menjadi pusat mode di wilayah Sumatera jika tren investasi serupa terus berlanjut.

Sebagai nahkoda di balik Elite Textile & Tailor, Darsen Singh tampak sumringah saat mendampingi rombongan meninjau galeri kainnya yang mewah. Di dalam galeri tersebut, ribuan gulungan kain dengan berbagai motif dan tekstur tertata rapi, memberikan kesan eksklusif dan elegan.

Darsen menegaskan bahwa visinya adalah membawa kemewahan tekstil dunia ke tengah masyarakat Jambi, namun tetap dengan pendekatan yang inklusif. “Visi kami sederhana: membawa kemewahan tekstil dunia ke Jambi. Di sini kami tidak hanya menjual kain, tapi juga memberikan solusi custom tailor yang presisi menggunakan teknologi modern,” jelas Darsen.

Meski menawarkan kesan mewah, Darsen memberikan kejutan terkait harga. Ia ingin menghapus stigma bahwa kualitas premium selalu berarti harga yang tak terjangkau. “Kami menyediakan bahan yang sangat bervariasi, mulai dari yang berkualitas tinggi untuk segmen atas hingga bahan yang sangat terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Jangan takut belanja ke sini, harga kain kami mulai dari Rp6.000 saja per meter,” ungkapnya dengan nada promosi.

Kegiatan peresmian ditutup dengan peninjauan langsung proses menjahit. Wali Kota Maulana tampak antusias melihat para penjahit profesional bekerja menggunakan mesin-mesin modern yang menjamin ketepatan potongan dan kerapian jahitan.

Maulana kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan kenyamanan bagi para investor. Ia memandang JBC bukan sekadar deretan ruko, melainkan sebuah ekosistem bisnis yang harus dijaga keberlangsungannya melalui infrastruktur yang memadai dan birokrasi yang tidak berbelit.

​”Kami pastikan pemerintah akan terus hadir. Keamanan investor adalah jaminan kami. Jika unit usaha seperti ini tumbuh subur, lapangan kerja terbuka, dan ekonomi warga sekitar pun akan ikut terangkat,” tutup Maulana sebelum meninggalkan lokasi.

Kini, dengan resminya Elite Textile & Tailor, wajah fashion dan ritel di Kota Jambi memasuki babak baru. Kehadirannya menjadi bukti nyata bahwa Jambi telah siap bersaing secara kualitas dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, menjadikan JBC sebagai destinasi belanja dan bisnis utama yang patut diperhitungkan. (Id)