RADARNESIA.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto memulai kunjungan kerjanya di Jambi dengan maraton pagi bersama Wali Kota Jambi, Rabu (15/4). Start dari Swiss-Belhotel, puluhan pelari dari komunitas lokal ikut menyusuri jalan protokol hingga finish di kawasan Hello Sapa, tepi danau yang kini jadi ruang publik favorit warga.
Disela lari dan sarapan bersama, Wali Kota Jambi menegaskan komitmen Pemkot membenahi infrastruktur dan layanan publik sejalan dengan program strategis nasional. Isu utama yang dibahas adalah percepatan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Talang Gulo.
Menanggapi kekhawatiran soal beban _tipping fee_ ke APBD, Wamendagri Bima Arya menawarkan solusi skema regional dan pembiayaan investasi. “Nanti Kota Jambi akan bergabung dengan daerah-daerah sekitar untuk memenuhi syarat agar bisa masuk ke dalam program pusat melalui proyek PSEL ini,” ujarnya.
Targetnya, masalah sampah di Kota Jambi tuntas dalam 2-3 tahun ke depan. Agar tidak menggerus APBD, Bima Arya mendorong opsi investasi dari Danantara. Syaratnya: lahan siap dan pasokan sampah minimal 1.000 ton per hari. “Jika investasi dari Danantara ini masuk, maka teknologi pengolahan sampah ini bisa berjalan tanpa menguras fiskal daerah,” jelasnya.
Gubernur Jambi turut hadir memperkuat sinergi kota, provinsi, dan pusat menjelang Musrenbang RKPD Provinsi Jambi 2027. Wamendagri juga diagendakan hadir di UNJA Mendalo untuk Bedah Buku Bersama Wamendagri.
Menutup agenda, Bima Arya memilih pulang naik bus Trans Bahagia sebagai apresiasi atas layanan transportasi massal Pemkot Jambi. “Melihat Jambi dari jendela transportasi publik memberikan perspektif berbeda tentang keberhasilan pembangunan daerah,” ujarnya.





