Radarnesia.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menerima laporan terkait kemunculan gajah liar di sekitar areal perkebunan dan pemukiman warga di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru. Menindaklanjuti laporan tersebut Tim Mitigasi Konflik Satwa Balai Besar KSDA Riau segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Kepala Balai Besar KSDA Riau Supartono mengatakan hasil identifikasi tim lapangan bersama aparat setempat, termasuk Babinsa dan masyarakat sekitar, menemukan adanya kerusakan lahan. Lahan budidaya semangka seluas kurang lebih 1,5 hektare milik warga bernama Pak Untung diduga rusak akibat aktivitas gajah liar beberapa malam sebelumnya.

“Selain itu, tim juga menemukan satu kelompok gajah liar yang berjumlah sekitar 11 ekor berada di area kebun durian dan semak belukar. Lokasi keberadaan kelompok gajah tersebut berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim,” kata Supartono, Senin, 1 Juni 2026.

Sebagai langkah mitigasi, tim melakukan penggiringan satwa menggunakan bunyi-bunyian. Selain itu, dilakukan penjagaan dan blokade pada jalur masuk gajah menuju area perkebunan dan permukiman warga.

“Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan api unggun pada titik-titik yang diduga menjadi lintasan gajah,” ujarnya.

Tim juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas, khususnya pada malam hari. Sebab, gajah merupakan satwa yang lebih aktif pada waktu tersebut.

“Masyarakat diminta untuk tidak melakukan tindakan anarkis terhadap gajah karena satwa ini merupakan satwa liar yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan,” imbaunya.

Hingga dini hari, kata Supartono, upaya penggiringan yang dilakukan tim berhasil mengarahkan kelompok gajah kembali menuju area pinggiran Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim. Namun, potensi kemunculan kembali gajah di areal perkebunan warga masih terbuka, sehingga pemantauan dan langkah mitigasi lanjutan akan terus dilakukan oleh tim bersama para pihak terkait.

Ia mengungkapkan, Balai Besar KSDA Riau mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan keberadaan satwa liar yang berpotensi menimbulkan konflik. Masyarakat juga diminta mendukung upaya konservasi melalui tindakan yang aman.

“Dan tidak melakukan tindakan anarkis terhadap Satwa yang dilindungi,” ungkapnya.