Radarnesia.com, Jambi – Pemadaman listrik berjam-jam yang kerap terjadi di wilayah kerja PLN Rayon Kotabaru, Kota Jambi, memicu keluhan luas dari masyarakat dan pelaku usaha. Kondisi ini dinilai mengganggu aktivitas warga serta merugikan perekonomian, sehingga kinerja pimpinan PLN setempat perlu segera dievaluasi.

Pemadaman listrik kembali terjadi sejak Rabu pagi hingga siang hari, 3 Juni 2026 di kawasan Nusa Indah. Kondisi ini membuat sejumlah pelanggan PLN Rayon Kotabaru Jambi menyesalkan kinerja pihak PLN karena dinilai lamban dalam penanganan sehingga merugikan warga.

Warga juga mengeluhkan padamnya aliran listrik yang terjadi tanpa pemberitahuan jelas dan berlangsung dalam durasi lama. Akibatnya, aktivitas rumah tangga, proses belajar mengajar, hingga operasional usaha mikro kecil terganggu. “Listrik padam bisa 3-4 jam, kadang lebih. Tidak ada info, tiba-tiba mati. Kulkas, usaha jualan, semua terganggu,” ujar salah satu warga Nusa Indah.

Pelaku usaha juga merasakan dampak langsung. Omzet menurun karena mesin produksi, pendingin makanan, dan sistem pembayaran digital tidak dapat beroperasi saat listrik padam. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan komitmen PLN untuk memberikan pelayanan listrik yang andal kepada pelanggan.

Hingga kini belum ada penjelasan komprehensif dari manajemen PLN Rayon Kotabaru terkait penyebab seringnya pemadaman. Masyarakat mendesak pimpinan PLN setempat mengevaluasi sistem jaringan, jadwal pemeliharaan, serta kecepatan respon petugas saat terjadi gangguan. Transparansi informasi kepada pelanggan juga menjadi tuntutan utama agar warga tidak dirugikan secara tiba-tiba.

Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja pimpinan PLN Rayon Kotabaru dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan publik. Pelayanan listrik yang stabil merupakan kebutuhan dasar masyarakat di era digital saat ini. Jika gangguan terus berulang tanpa solusi nyata, kredibilitas PLN sebagai penyedia listrik nasional akan terus dipertanyakan.

Masyarakat berharap PLN segera mengambil langkah perbaikan, baik teknis maupun manajerial, agar pemadaman berjam-jam tidak lagi menjadi kejadian rutin di wilayah Kotabaru Jambi.