Scroll untuk baca artikel
NasionalUnggulan

ASN Pria Segera Bisa Ajukan Cuti Ayah, Akan Diatur PP

×

ASN Pria Segera Bisa Ajukan Cuti Ayah, Akan Diatur PP

Sebarkan artikel ini

RADARNESIA.COM – Pemerintah Indonesia kini sedang menggodok rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai aturan pelaksana daru UU No. 20/2023 tentang ASN.

Salah satu poin dalam Peraturan Pemerintah itu, yakni hak cuti pendampingan bagi ASN pria yang istrinya melahirkan. RPP itu ditargetkan bisa tuntas pada April mendatang.

“Pemerintah akan memberikan hak cuti kepada suami yang istrinya melahirkan atau keguguran. Cuti mendampingi istri yang melahirkan itu menjadi hak ASN pria yang diatur dan dijamin oleh negara,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas seusai rapat kerja dengan Komisi II DPR RI dikutip dari situs resmi MenPAN RB, Rabu, 13 Maret 2024.

Baca Juga:  Brunei Bangun Kereta Cepat Tembus IKN Nusantara

“Hak cuti tersebut merupakan aspirasi banyak pihak. Saat ini pemerintah meminta masukan dari stakeholder, termasuk DPR, terkait hal tersebut,” imbuh Anas.

MenPAN Anas menyebutkan, untuk sebelumnya, cuti bagi ASN pria yang istrinya melahirkan tidak diatur secara khusus. Yang diatur hanya cuti melahirkan bagi ASN perempuan.

Baca Juga:  BNN Musnahkan 42,6 Kilogram Narkotika, Selamatkan 84 Ribu Jiwa

Menurut Anas, hak cuti bagi karyawan pria yang istrinya melahirkan, atau biasa disebut “cuti ayah”, sudah jamak diberlakukan di sejumlah negara dan perusahaan multinasional. Waktu cuti yang diberikan bervariasi, berkisar 15 hari, 30 hari, 40 hari, hingga 60 hari.

“Untuk waktu lama cutinya sedang dibahas bersama stakeholder terkait yang akan diatur secara teknis di PP dan Peraturan Kepala BKN,” ujarnya.

“Pemerintah berpandangan pentingnya peran ayah dalam pendampingan ketika sang istri melahirkan, termasuk saat fase-fase awal pasca-persalinan,” imbuh Anas.

Baca Juga:  Wisata Alam Kaltim, Cocok Buat Libur Lebaran Sekaligus Healing

Mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) tersebut menambahkan, dengan pemberian hak cuti tersebut, diharapkan kualitas proses kelahiran anak bisa berjalan dengan baik. Mengingat itu merupakan fase penting untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terbaik penerus bangsa.

“Sesuai arahan Presiden Jokowi, ini menjadi salah satu inisiatif untuk kita terus berupaya mendorong peningkatan kualitas SDM sejak dini,” ujar Anas.