Radarnesia.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap temuan bahan kimia obat (BKO) yang sebelumnya belum teridentifikasi dalam sejumlah produk obat bahan alam yang dipasarkan dengan klaim meningkatkan stamina pria.
Bahan kimia obat tersebut adalah pyrimidenafil. Senyawa ini ditemukan BPOM melalui kegiatan pengawasan terhadap produk obat bahan alam selama Juli 2026.
Dalam hasil pengawasan tersebut, pyrimidenafil terdeteksi pada tiga produk obat bahan alam yang mengusung klaim sebagai penambah stamina pria. Ketiga produk itu adalah EXIE, YUBOKKI dan DURAMAX.
Temuan tersebut menjadi perhatian karena produk obat bahan alam seharusnya tidak mengandung bahan kimia obat yang tidak sesuai dengan ketentuan. Kandungan BKO dalam produk berbahan alam juga perlu diwaspadai konsumen karena dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila digunakan tanpa pengawasan tenaga medis.
Pyrimidenafil sendiri termasuk bahan yang perlu diperhatikan karena penggunaannya berkaitan dengan efek farmakologis tertentu. Konsumen sebaiknya tidak langsung mempercayai klaim khasiat produk jamu kuat pria tanpa memastikan legalitas dan keamanan produk.
BPOM secara berkala melakukan pengawasan terhadap obat bahan alam yang beredar di pasaran. Pengawasan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi produk yang diduga mengandung bahan berbahaya, termasuk bahan kimia obat yang sengaja ditambahkan untuk memberikan efek lebih cepat.
Temuan pyrimidenafil pada EXIE, YUBOKKI dan DURAMAX menunjukkan pentingnya masyarakat lebih teliti sebelum membeli produk penambah stamina pria. Kemasan dengan klaim herbal atau berbahan alami tidak otomatis menjamin produk sepenuhnya aman.
Masyarakat juga dianjurkan memeriksa nomor izin edar serta informasi produk melalui kanal resmi BPOM sebelum mengonsumsi obat bahan alam. Langkah tersebut penting untuk memastikan produk yang dibeli telah memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan khasiat.
Selain memeriksa legalitas, konsumen sebaiknya menghindari produk yang menawarkan efek sangat cepat atau klaim berlebihan. Produk dengan promosi yang menjanjikan peningkatan stamina secara instan patut mendapat perhatian lebih.
BPOM terus memperkuat pengawasan terhadap peredaran obat bahan alam dan suplemen yang berpotensi disalahgunakan. Temuan BKO menjadi salah satu indikator bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap produk yang beredar, khususnya yang berkaitan dengan stamina pria.
Dengan adanya temuan pyrimidenafil pada tiga produk tersebut, konsumen diharapkan tidak hanya mempertimbangkan harga dan klaim manfaat ketika memilih jamu kuat pria. Keamanan dan legalitas produk harus menjadi pertimbangan utama sebelum dikonsumsi.
Bagi masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan atau membutuhkan terapi untuk masalah stamina dan fungsi seksual, konsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi pilihan yang lebih aman. Penggunaan produk yang mengandung bahan aktif obat tanpa mengetahui kondisi kesehatan dan interaksi obat dapat meningkatkan risiko efek samping.
Temuan BPOM pada Juli 2026 ini sekaligus menjadi pengingat bahwa istilah “herbal” atau “obat bahan alam” tidak selalu berarti produk bebas dari bahan kimia obat. Karena itu, konsumen perlu lebih kritis dan memastikan produk yang dikonsumsi memiliki izin edar serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.





