Disdikbud Pessel Tepis Isu Intruksikan Pilih Salah Satu Caleg, Kadisdikbud: Kami Selalu Kedepankan Independensi

RADARNESIA.COM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pesisir Selatan menepis isu mengintruksikan Kepala Sekolah, Guru Honorer dan PPPK untuk memilih salah satu Calon Legislatif (Caleg) DPR RI di daerah itu.

“Isu yang berkembang itu tidaklah benar. Kami beserta jajaran baik itu kepala sekolah maupun guru tetap mengedepankan independensi dalam setiap gelaran Pemilu,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesisir Selatan, Salim Muhaimin saat dihubungi, Selasa (6/2/2024)

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Satu Pelaku Sindikat Perampok Toko Emas Bersenjata Api di Sumbar Ditembak Mati

“Kan sama – sama kita ketahui bahwa pemilu tidak hanya berlangsung tahun ini, namun telah berlangsung secara berkala dari waktu ke waktu. Bagi kami independensi adalah mutlak dan itu bukanlah barang baru,” bebernya.

Ia mengatakan perihal berita beredar belakangan, yang menghembuskan isu bahwa ada dugaan keberpihakan dirinya dan intervensi Kepsek dan guru untuk memilih salah satu Caleg DPR RI pada pemilu tahun ini tidaklah benar. Kendati demikian ia pun tidak mengambil pusing.

Baca Juga:  Kanit Samapta Polsek Nagreg Berikan Penyuluhan Kedisiplinan kepada Siswa MA Al Falah 2 Nagreg

“Itu dinamika politik, tergantung dari kelompok atau pendukung mana yang memainkannya, dan hal seperti ini tidak hanya terjadi di Pesisir Selatan, namun juga di banyak daerah,” ujarnya.

Apalagi, kata Salim, institusi yang dipimpinnya menaungi banyak guru yang terdiri dari guru PAUD, TK, SD, dan SMP, sehingga cukup rentan diterpa isu negatif.

Baca Juga:  Kebakaran Hanguskan 7 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Kawasan Tambora Jakbar

“Sesuai dengan pembicaraan saya yang tadi, independensi bagi kami merupakan hal mutlak dan tidak bisa ditawar,” timpalnya.

Maka dari itu, ia mengharapkan kepada masyarakat agar jangan mudah terpancing, apalagi sampai – sampai terprovokasi oleh informasi – informasi yang berasal dari sumber yang kurang kredibel.

“Di era digitalisasi saat ini siapa saja bisa memproduksi konten informasi, dan alangkah bijaknya jika masyarakat mampu memfilter dan menelaah secara seksama setiap informasi yang beredar,” tuturnya.(Mil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *