Radarnesia.com – Perum Bulog mengimbau masyarakat luas untuk lebih cermat saat memilah dan membeli beras medium dan premium berkualitas di pasaran. Langkah edukasi ini sangat penting agar konsumen tidak lagi terkecoh oleh tampilan visual seperti warna putih kinclong, merek terkenal, atau kemasan mentereng semata. Dengan memahami parameter mutu yang tepat, masyarakat dipastikan bisa mendapatkan beras medium dan premium berkualitas dengan harga yang wajar dan terhindar dari berbagai praktik manipulasi label perdagangan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penentuan kelas beras medium dan premium berkualitas tidak boleh didasarkan pada persepsi visual subjektif konsumen semata. Penilaian mutu komoditas pangan pokok ini harus senantiasa merujuk pada standar dan parameter mutu resmi yang diukur serta diuji secara rinci di laboratorium.
“Melalui edukasi ini, kami ingin membantu masyarakat menjadi konsumen yang semakin cermat sekaligus memperoleh kepastian bahwa mutu beras yang dibeli sesuai dengan kelas dan harganya,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Sabtu (1/8/2026).
Rizal menambahkan, pemahaman mengenai karakteristik beras sangat krusial di tingkat konsumen. Tanpa literasi pangan yang memadai, masyarakat rentan menjadi korban penipuan label (rebranding) di mana beras kualitas biasa dipoles sedemikian rupa agar tampak menawan lalu dijual dengan harga tinggi.
“Beras premium bukan sekadar beras yang terlihat putih, bersih, atau mengilap. Penentuan kelas mutu harus mengacu pada parameter yang dapat diukur dan diuji secara valid,” tegasnya.
Membongkar Mitos Visual Beras: Mengapa Bening Belum Tentu Bagus?
Sebagian besar masyarakat Indonesia masih memiliki anggapan bahwa beras yang makin putih dan mengilap adalah beras dengan mutu paling unggul. Padahal, secara teknis pertanian dan pengolahan pangan, kilau berlebih pada bulir beras bisa jadi merupakan hasil dari proses pemolesan (polishing) berulang kali yang justru mengikis lapisan nutrisi alami.
Di sisi lain, penggunaan bahan pemutih atau zat aditif ilegal juga kerap dimanfaatkan oleh oknum nakal demi memikat mata pembeli. Oleh karena itu, mengenali standar parameter mutu dari lembaga resmi seperti Bulog dan Kementerian Pertanian menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan dan finansial keluarga.
Parameter Resmi: Cara Membedakan Beras Premium dan Medium
Untuk membantu masyarakat mengidentifikasi fisik beras secara mandiri di pasar tradisional maupun ritel modern, berikut adalah panduan praktis membedakan mutu beras berdasarkan kriteria standar nasional:
1. Tingkat Derajat Sosoh
-
Beras Premium: Memiliki derajat sosoh minimal 95% hingga 100%. Artinya, lapisan bekatul telah terkikis sempurna sehingga beras tampak bersih alami tanpa kehilangan kekuatan bulirnya.
-
Beras Medium: Memiliki derajat sosoh sekitar 85% hingga 90%. Beras ini masih memiliki sedikit sisa bekatul, namun kandungan gizinya tetap terjaga dengan baik.
2. Persentase Bulir Utuh dan Bulir Patah (Broken)
-
Beras Premium: Memprioritaskan keutuhan fisik bulir. Toleransi bulir patah sangat kecil, biasanya maksimal 10% hingga 15%. Bulir beras terlihat panjang, seragam, dan tidak mudah hancur saat dimasak.
-
Beras Medium: Memiliki toleransi bulir patah yang lebih tinggi, yaitu berkisar antara 20% hingga 25%. Meski memiliki kombinasi bulir patah yang lebih banyak, beras medium tetap aman dan layak dikonsumsi.
3. Kadar Air (Moisture Content)
Kadar air merupakan penentu utama daya simpan beras. Baik kelas premium maupun medium yang aman dikonsumsi idealnya memiliki tingkat kadar air maksimal 14%. Beras dengan kadar air di atas standar tersebut sangat rentan ditumbuhi jamur, berbau apek, dan mudah dihinggapi kutu beras dalam waktu singkat.
4. Kebersihan dari Benda Asing dan Bulir Cacat
Beras bermutu unggul harus bebas dari campuran kerikil, gabah, gabah hampa, bulir kuning, bulir mengapur (chalky), maupun bulir rusak akibat serangan hama.
Tips Cerdas Menjadi Pembeli Bijak di Pasar
Guna memastikan Anda mendapatkan produk pangan terbaik untuk keluarga, penerapannya dapat dilakukan melalui langkah-langkah praktis berikut saat berbelanja:
-
Cium Aroma Beras: Beras berkualitas baik memiliki aroma khas alami beras baru, tidak berbau apak, asam, atau beraroma kimia menyengat.
-
Raba Tekstur Bulir: Ambil genggaman beras dan rasakan teksturnya. Beras yang terlalu licin bisa menandakan penggunaan zat pelicin atau pemoles berlebih, sedangkan beras yang terasa rapuh menandakan kadar air tidak stabil.
-
Periksa Informasi Kemasan: Pastikan kemasan beras mencantumkan nomor izin edar resmi (Kementan/Pemasaran Komoditas Pangan), tanggal produksi, mutu kelas (Medium/Premium), serta identitas produsen yang jelas.
Melalui langkah edukasi berkelanjutan ini, Perum Bulog berharap masyarakat Indonesia semakin cerdas, bijak, dan teliti dalam memilih bahan pangan pokok sehari-hari demi mewujudkan ketahanan pangan keluarga yang sehat dan berkualitas.










