Puluhan Korban Keracunan Massal di Leuwisadeng Masih Dirawat

Radarnesia.com – Polisi mencatat jumlah korban keracunan makanan yang masih dirawat berjumlah 31 orang. Meraka tersebar di tiga rumah sakit di wilayah Leuwisadeng

“Update terkini bisa saya sampaikan, korban saat ini berangsur pulang setelah dinyatakan sembuh oleh puskesmas maupun klinik setempat,” ungkap Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto ketika ditemui wartawan, Rabu (20/12/2023).

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Al Haris Beri Bantuan Kepada Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Menurutnya, pemulangan korban keracunan makanan itu beberapa di antaranya dirawat di RSUD Leuwiliang.

“Hingga saat ini di RSUD Leuwiliang ada 11 orang yang dirawat, Puskesmas Leuwisadeng 2 orang, kemudian di klinik dr Dirja 18 orang, jadi total ada 31 orang,” jelasnya.

Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan kasus keracunan massal tersebut dengan mengambil sample untuk dikirim ke Puslabfor Polri. “Kami kirim ke Puslabfor Polri untuk dilakukan pemeriksaan secara detail,” ungkapnya.

Pihak kepolisian akan berkordinasi dengan Dinkes karena agar ke depan acara apapun dan melibatkan orang banyak harus diantisipasi.

Baca Juga:  Gugatan Dikabulkan MK, Dedie A Rachim Sebut Ada 47 Kepala Daerah Berakhir Masa Jabatannya di 2024

“Sampai saat ini masih kita dalami kasus keracunan itu, karena yang masak pun itu ikut juga jadi korban,” tutupnya.

Polsek Leuwiliang tengah melakukan penyelidikan terkait ratusan warga yang menjadi korban keracunan massal usai menyantap makanan tahlilan.

“Kita saat ini melakukan penyelidikan dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan juga mengambil sampel makanan,” ungkap Kapolsek Leuwiliang Kompol Agus Supriyanto kepada wartawan, Selasa (19/12/2023).

Dia mengaku, sample makanan akan dikirimkan ke saksi ahli untuk selanjutnya bisa dicek di laboratorium. “Saat ini, perkara keracunan massal masih penyelidikan dan pengumpulan barang bukti berupa sisa makanan yang telah dikonsumsi warga,” jelasnya.

Baca Juga:  Jelang Natal dan Tahun Baru BNN Kabupaten Blitar Lakukan Pemeriksaan Sopir Angkutan Umum di Terminal Kesamben

Kasus keracunan massal ini bermula dari ratusan warga mengikuti tahlilan 40 hari warga yang meninggal.

Total ada 121 warga yang jadi korban keracunan massal. Sebanyak 94 orang ditangani di Puskesmas Leuwisadeng, sedangkan 20 orang dirawat di Klinik Dokter Dirja, 6 orang di klinik Dokter Eka dan dua orang dibawa ke RSUD Leuwiliang.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *