Scroll untuk baca artikel
NasionalUnggulan

Viral Pekan ini : Jampidsus Dibuntuti Hingga Video Densus 88 di Gedung Kejagung, LP3HI Minta Polri Ungkap Pemberi Perintah

×

Viral Pekan ini : Jampidsus Dibuntuti Hingga Video Densus 88 di Gedung Kejagung, LP3HI Minta Polri Ungkap Pemberi Perintah

Sebarkan artikel ini
Viral Pekan Ini : Jampidsus Dibuntuti Hingga Video Densus 88 Di Gedung Kejagung, Lp3Hi Minta Polri Ungkap Pemberi Perintah
Foto Suasana di Depan Gerbang Gedung Kejagung RI

RADARNESIA.COM – Dalam satu pekan ini, viral di media sosial terkait Kejaksaan Agung (Kejagung) RI. Mulai dari kabar Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) dibuntuti oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri hingga viralnya video gedung Kejaksaan Agung dijaga Densus 88.

Febrie Ardiansyah menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI sejak 31 Desember 2021. Sejak menjabat, ia berhasil mengungkap sejumlah kasus mega korupsi. Febri berhasil menggarap kasus skandal mega korupsi PT. Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri dan korupsi BTS di Kominfo.

Scroll untuk baca artikel
Tutup Iklan

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) diminta untuk mengungkapkan sosok anggotanya dari Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 yang diduga menguntit Jampidsus Kejaksaan Agung. Dalam hal ini, Polri diminta untuk menerangkan motif anggota Densus 88 yang sudah diamankan Polisi Militer (PM) itu, termasuk soal pemberi perintah atas misi yang diemban sang anggota.

“Karena yang ditangkap PM adalah anggota Densus 88, maka harus dilacak apakah yang bersangkutan bergerak sendiri atau ada perintah perwira yang pangkatnya lebih tinggi, baik di internal Densus sendiri atau dari satuan lain,” ujar Wakil Ketua Lembaga Pengawasan, Pengawalan, dan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI), Kurniawa Adi Nugroho dalam keterangannya, Jumat (24/5/2024).

Polri juga dinilai mesti berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung, mengingat posisi keduanya sama-sama sebagai penegak hukum.

“Sampai kapanpun polri sebagai penyidik perkara pidana wajib berkomunikasi dengan jaksa sebagai penuntutnya,” kata Kurniawan.

Adapun peristiwa penguntitan Jampidsus ini diduga Kurniawan hanyalah pekerjaan “oknum.”

“Saya melihat ini hanya kerjaan oknum yang nyari recehan,” katanya.

Tidak lama setelah kejadian itu, beredar video Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jakarta Selatan, yang terlihat dikelilingi oleh pasukan kendaraan konvoi yang bersirene. Dalam sebuah video yang beredar, nampak kendaraan roda dua dan mobil rantis berlogo Brimob berlalu lalang menyalakan sirinenya ketika melewati depan kantor Kejagung RI.

Kendaraan dengan jumlah sekitar tujuh sepeda motor dan dua mobil rantis yang terlihat diduga milik Tim Densus 88. Sayangnya, video yang diunggah pada Sabtu (25/5/2024) dalam durasi sekitar 16 detik itu tak menunjukan narasi apapun. Sehingga tidak dapat diketahui apakah kendaraan itu merupakan aksi unjuk rasa atau pengamanan.

Terlihat, di depan pintu gerbang utama Kejagung RI mobil rantis itu melambat cenderung berhenti, tak lama pengendara motor melaju dengan menancap gas agar memberikan efek suara pada knalpot.

Beberapa saat, mobil Polisi Militer yang diketahui bertugas mengawal Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Jampidsus Kejagung) Febrie Adriansyah sempat berhadapan dengan mobil rantis itu.

Para pedagang kaki lima yang berada di sekitar Kejagung mengaku konvoi kendaraan itu sempat mengitari Kejagung beberapa kali. Sampai saat ini belum ada konfirmasi dari Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana terkait aksi itu.

Sementara, awak media yang berada di Kejagung satu hari setelah kejadian tersebut mengaku sempat ada keanehan yang terjadi di atas gedung. Mereka mengaku melihat sebuah drone yang posisinya tidak terlalu tinggi sampai terdengar suara baling-baling dari drone tersebut.