RADARNESIA.COM – Program unggulan Kampung Bahagia yang digagas Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, terbukti berhasil menggerakkan semangat gotong royong masyarakat. Buktinya, dana swadaya warga mampu melampaui jauh anggaran pemerintah yang digelontorkan.
Hal itu terlihat dalam pelaksanaan Kampung Bahagia tahap I tahun 2026 yang telah berjalan 100% di sejumlah Rukun Tetangga (RT) se-Kota Jambi. Cakupannya mulai dari pembangunan infrastruktur hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
RT 38 Simpang III Sipin Kumpulkan Swadaya Rp247 Juta
Contoh nyata terjadi di RT 38, Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru. Dari anggaran Kampung Bahagia sebesar Rp75 juta, masyarakat secara swadaya mampu menambah dana hingga Rp247.675.800.
“RT kami masuk kategori sedang dengan anggaran Kampung Bahagia sebesar 75 juta. Namun melalui Swadaya Masyarakat dan para Donatur ditambahkan dana sebesar Rp247.675.800 untuk mengoptimalkan infrastruktur di RT 38,” ujar Ketua RT 38, Tjandra Buana Tandi, Minggu (12/7/2026).
Menurut Tjandra, dana swadaya tersebut berasal dari kelebihan kas RT yang disepakati bersama untuk pembangunan. Prioritas penggunaannya adalah pembangunan drainase, perbaikan jalan cor dan aspal, serta peningkatan keamanan dan kebersihan lingkungan.
Ia menyebut, program Kampung Bahagia menjadi penggerak utama semangat warga. “Kalau tanpa program Kampung Bahagia sebagai penggeraknya, tidak akan terlaksana pembangunan wilayah seperti ini, karena program ini menyatukan seluruh lapisan masyarakat yang bergerak secara bersama-sama dengan bergotong royong mewujudkan pembangunan sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing,” ungkapnya.
Keberhasilan ini, kata Tjandra, juga berkat dukungan Pokja, pendamping, Lurah, Camat, dan seluruh warga RT 38.
Wali Kota Maulana: Ini Bukti Kekompakan Warga Jambi
Wali Kota Jambi, Maulana, hadir langsung dalam kegiatan serah terima manfaat sekaligus syukuran bersama warga RT 38 pada Minggu (12/7/2026). Ia mengapresiasi semangat masyarakat.
“RT 38 ini dari anggaran Kampung Bahagia hanya 75 juta, namun secara Swadaya bisa mengumpulkan dana 247 juta, ini sangat luar biasa, dan menunjukkan kekompakan masyarakat Kota Jambi dalam membangun wilayahnya masing-masing,” ucap Maulana.
Menurutnya, poin penting dari Kampung Bahagia adalah membangkitkan semangat gotong royong di tengah masyarakat dengan latar belakang berbeda.
Maulana menyebut, fenomena swadaya masyarakat juga terjadi di RT lain yang sudah menjalankan program tahap pertama.
“Saya sudah berkeliling untuk menyerahkan manfaat program Kampung Bahagia, banyak warga masyarakat secara swadaya menambahkan, baik itu melalui anggaran maupun hibah-hibah yang dilakukan untuk pembangunan di wilayah masing-masing,” sebutnya.
Segera Masuk Tahap II
Dengan keberhasilan tahap pertama, Pemkot Jambi akan segera merealisasikan Kampung Bahagia periode kedua. Anggaran untuk tahap berikutnya disebut sudah disiapkan di kas daerah.
“Diharapkan di periode kedua ini pelaksanaannya bisa lebih cepat, karena selain mewujudkan pembangunan di tingkat RT, juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi yang sangat luar biasa,” pungkas Wali Kota Maulana.
Hingga saat ini, Kampung Bahagia menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan masyarakat mampu mempercepat pemerataan pembangunan di Kota Jambi.







