RADARNESIA.COM – Timnas Argentina kembali jadi pusat perhatian jelang babak gugur Piala Dunia 2026. Kali ini sorotan datang dari media Eropa. Sebuah program olahraga Belanda menilai laju Lionel Scaloni dan anak asuhnya menuju semifinal seperti melewati ‘jalan tol’ yang minim hambatan.

Pernyataan itu disampaikan dalam acara NOS WK Ontbijt, program sarapan olahraga milik stasiun televisi publik Belanda, NOS. Wacana ini muncul tepat setelah seluruh pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 resmi tuntas. Kini, jutaan pasang mata penggemar sepak bola dunia mulai mengarahkan fokus pada peta persaingan di babak 32 besar.

*‘Jalan Tol’ Menuju Empat Besar*

Presenter NOS WK Ontbijt, Henry Schut, membuka diskusi dengan mengulas perjalanan juara bertahan Piala Dunia 2022 tersebut. Menurut panelis acara, bagan pertandingan yang harus dilalui Argentina relatif lebih ringan dibanding tim-tim unggulan lain.

“Jika melihat peta babak gugur, Argentina memang punya jalur yang sangat terbuka. Ini seperti jalan tol menuju semifinal,” ujar Schut dalam siaran tersebut.

Timnas Argentina akan memulai langkah di fase 32 besar dengan menghadapi Tanjung Verde. Laga itu dianggap sebagai ujian awal yang tidak terlalu berat bagi skuad berjuluk Albiceleste. Jika lolos, potensi lawan di babak 16 besar dan perempat final juga dinilai tidak seberat jalur yang harus dilalui Brasil, Prancis, Inggris, atau Spanyol.

Penilaian media Belanda ini sontak memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola. Sebagian pendukung Argentina setuju bahwa faktor undian memang menguntungkan juara bertahan. Namun sebagian lain menilai meremehkan lawan di Piala Dunia adalah kesalahan besar.

*Argentina dan Ambisi Back to Back*

Datang ke Piala Dunia 2026 dengan status juara bertahan, Argentina memang membawa beban ekspektasi tinggi. Skuad asuhan Lionel Scaloni ingin mengulang sejarah menjadi tim pertama sejak Brasil 1962 yang mampu mempertahankan gelar juara dunia secara beruntun.

Meski Lionel Messi sudah tidak lagi menjadi andalan utama, Scaloni telah membangun kerangka tim yang solid. Perpaduan pemain senior seperti Nicolas Otamendi dan Emiliano Martinez dengan generasi baru seperti Julian Alvarez, Enzo Fernandez, dan Alexis Mac Allister membuat Argentina tetap dianggap kandidat kuat juara.

Pelatih Lionel Scaloni sendiri enggan terpancing dengan narasi ‘jalan tol’ dari media asing. Dalam konferensi pers sebelumnya, ia menegaskan bahwa tidak ada laga mudah di Piala Dunia.

“Semua tim yang lolos ke 32 besar punya kualitas. Tanjung Verde sudah membuktikan kejutan di fase grup. Kami harus menghormati setiap lawan dan bermain dengan intensitas penuh,” kata Scaloni.

*Ujian Pertama Lawan Tanjung Verde*

Babak 32 besar akan mempertemukan Argentina dengan Tanjung Verde. Negara Afrika itu menjadi salah satu kuda hitam turnamen setelah tampil mengejutkan di fase grup. Gaya bermain disiplin dan transisi cepat membuat mereka tidak bisa dipandang sebelah mata.

Bagi Argentina, laga melawan Tanjung Verde menjadi momentum untuk menjaga ritme dan kepercayaan diri. Kemenangan akan membuka jalan menghadapi lawan yang diprediksi lebih berat di babak berikutnya.

Jika skenario ‘jalan tol’ yang disebut media Belanda benar terjadi, maka Argentina berpotensi menghindari tim-tim besar Eropa dan Amerika Selatan hingga babak semifinal. Kondisi itu tentu akan menguntungkan dari sisi kebugaran pemain dan strategi.

*Reaksi Publik dan Tekanan Juara Bertahan*

Sindiran media Belanda ini juga menjadi pengingat bahwa Argentina kini berada di bawah mikroskop. Setiap langkah mereka akan dianalisis, dibanding-bandingkan dengan performa di edisi sebelumnya, dan dijadikan tolok ukur apakah gelar 2022 hanyalah keberuntungan atau bukti dominasi.

Tekanan itu semakin besar karena Argentina membawa misi sejarah. Hanya Uruguay, Italia, Brasil, dan Argentina sendiri yang pernah juara dunia dua kali beruntun. Jika berhasil, Scaloni akan menempatkan namanya sejajar dengan legenda pelatih dunia.

Sementara itu, para pendukung Argentina di seluruh dunia berharap tim kesayangan mereka tidak terlena dengan pujian atau sindiran. Fokus, kerja keras, dan mental juara disebut menjadi kunci agar ‘jalan tol’ itu benar-benar berujung di partai final, bukan terhenti di tengah jalan.

Dengan babak 32 besar yang sudah di depan mata, semua spekulasi akan segera terjawab di lapangan. Apakah jalur Argentina memang semudah ‘jalan tol’, atau justru penuh jebakan yang tidak terduga.